Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Kamis, 02 Juli 2026 - 13:46 WIB
loading...
Pilot asal Amerika Serikat, Nichloas F Goselin tewas dalam insiden pembakaran pesawat perintis di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pilot asal Amerika Serikat, Nichloas F Goselin tewas dalam insiden pembakaran pesawat perintis di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan . Pesawat tersebut diketahui milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa mengungkapkan, dari informasi awal di lapangan pilot Nichloas dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kendati demikian, Lukman mengatakan penyebab pasti kematian Nichloas saat ini masih didalami oleh aparat yang berwenang.
“Laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena yang menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia. Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang " katanya, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Lukman menjelaskan dari data manifest penerbangan diketahui Nichloas yang membawa pesawat itu lahir di Conecticus, Amerika Serikat pada 16 November 1996. Nicholas tercatat berkebangsaan Amerika Serikat dan bekerja sebagai pilot untuk PT AMA dan tinggal di Sentani, Papua.
Lukman menyebut pesawat tersebut berangkat dari Bandara Wamena pada Kamis (2/7/2026) pagi dengan membawa total 7 orang penumpang. Lukman menjelaskan pesawat perintis tersebut dilaporkan tiba di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT.
Lihat video: Detik-detik Satgas Cartenz Berhasil Ringkus Pria Diduga Anggota KKB Papua
Lukman memastikan sebelum penerbangan berlangsung kondisi cuaca di rute tersebut juga dilaporkan baik. “Sebelum penerbangan dilaksanakan, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik,” ucapnya.
Setelah pilot melaporkan pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area lapangan terbang dilaporkan terputus. “Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus,” tuturnya.
Puteranegara
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa mengungkapkan, dari informasi awal di lapangan pilot Nichloas dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kendati demikian, Lukman mengatakan penyebab pasti kematian Nichloas saat ini masih didalami oleh aparat yang berwenang.
“Laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena yang menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia. Dugaan penyebab kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari aparat berwenang " katanya, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Lukman menjelaskan dari data manifest penerbangan diketahui Nichloas yang membawa pesawat itu lahir di Conecticus, Amerika Serikat pada 16 November 1996. Nicholas tercatat berkebangsaan Amerika Serikat dan bekerja sebagai pilot untuk PT AMA dan tinggal di Sentani, Papua.
Lukman menyebut pesawat tersebut berangkat dari Bandara Wamena pada Kamis (2/7/2026) pagi dengan membawa total 7 orang penumpang. Lukman menjelaskan pesawat perintis tersebut dilaporkan tiba di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT.
Lihat video: Detik-detik Satgas Cartenz Berhasil Ringkus Pria Diduga Anggota KKB Papua
Lukman memastikan sebelum penerbangan berlangsung kondisi cuaca di rute tersebut juga dilaporkan baik. “Sebelum penerbangan dilaksanakan, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi baik,” ucapnya.
Setelah pilot melaporkan pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area lapangan terbang dilaporkan terputus. “Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus,” tuturnya.
Puteranegara
(cip)
Lihat Juga :