Gubernur Khofifah Apresiasi Muslimat NU Surabaya Kolaborasi dengan Common Seas
Selasa, 22 September 2020 - 09:31 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Muslimat NU Surabaya yang berkolaborasi dengan Common Seas Indonesia. Kerjasama ini untuk mengatasi sampah popok di Sungai Brantas dengan memperkenalkan popok yang dapat digunakan kembali.
Popok pakai ulang ini mampu mereduksi jumlah sampah popok yang selama ini mencemari Sungai Brantas. Common Seas sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba asal Bristol, Inggris, yang bekerja untuk mengurangi sampah plastik atau polusi sampah plastik di kawasan perairan dunia
“Akibat sampah popok bayi, air sungai Brantas semakin keruh dan saat musim kemarau terkadang berbau tidak sedap. Hal ini sangat disayangkan terlebih air Sungai Brantas merupakan bahan baku PDAM yang menyalurkan air bagi warga di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,” ungkap Khofifah, Selasa (22/9/2020).
Khofifah mengatakan, sedikitnya terdapat 16 juta jiwa atau sekitar 43% warga Jatim yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Brantas. Tercatat ada 808.382 bayi yang berusia 0-4 tahun ada di 15 kabupaten-kota yang dilewati Brantas. Sehingga diperkirakan ada sekitar 3,2 juta popok sekali pakai dikonsumsi setiap harinya dan sebagian besar berpotensi dibuang ke Sungai Brantas.
“Ini menjadi persoalan serius karena sampah popok mencemari baku air minum karena mengandung bakteri e-coli. Belum lagi, bahan baku popok yang terbuat dari plastik. Plastik itu sulit diuraikan,” tuturnya.
Popok pakai ulang ini mampu mereduksi jumlah sampah popok yang selama ini mencemari Sungai Brantas. Common Seas sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba asal Bristol, Inggris, yang bekerja untuk mengurangi sampah plastik atau polusi sampah plastik di kawasan perairan dunia
“Akibat sampah popok bayi, air sungai Brantas semakin keruh dan saat musim kemarau terkadang berbau tidak sedap. Hal ini sangat disayangkan terlebih air Sungai Brantas merupakan bahan baku PDAM yang menyalurkan air bagi warga di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,” ungkap Khofifah, Selasa (22/9/2020).
Khofifah mengatakan, sedikitnya terdapat 16 juta jiwa atau sekitar 43% warga Jatim yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Brantas. Tercatat ada 808.382 bayi yang berusia 0-4 tahun ada di 15 kabupaten-kota yang dilewati Brantas. Sehingga diperkirakan ada sekitar 3,2 juta popok sekali pakai dikonsumsi setiap harinya dan sebagian besar berpotensi dibuang ke Sungai Brantas.
“Ini menjadi persoalan serius karena sampah popok mencemari baku air minum karena mengandung bakteri e-coli. Belum lagi, bahan baku popok yang terbuat dari plastik. Plastik itu sulit diuraikan,” tuturnya.
Lihat Juga :