Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49 WIB
loading...
S-26 menghadirkan kampanye Semua Bisa Jadi Hebat sekaligus pengalaman belajar imersif bertajuk S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain di Pakuwon Mall Surabaya pada 26-28 Juni 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Untuk mendukung kebutuhan generasi Alpha dan Beta, S-26 menghadirkan kampanye “Semua Bisa Jadi Hebat” sekaligus pengalaman belajar imersif bertajuk S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain.
Kampanye ini berlangsung di Pakuwon Mall Surabaya pada 26-28 Juni 2026 dan akan hadir di Senayan City Jakarta pada 24-26 Juli 2026 dalam rangka World Brain Day 2026.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26 Vera Niki Gozali mengatakan, melalui kampanye 'Semua Bisa Jadi Hebat' ingin mengajak Mams & Paps melihat bahwa di balik setiap anak hebat, terdapat koneksi otak yang cepat. Koneksi ini berperan penting dalam mendukung proses belajar si kecil, menghubungkan berbagai informasi, dan mengembangkan potensi uniknya. Baca juga: Perkembangan Motorik Anak Penting Dipantau sejak Usia Dini
“Kami percaya setiap anak bisa jadi hebat melalui perjalanan belajarnya masing-masing. Sebagai inspirasi, kami menghadirkan real-life exceptional children, Ashton, Aleesya, dan Dazelin, yang mencerminkan bahwa dengan dukungan gizi, stimulasi, dan proses multi-learning yang tepat, setiap anak dapat mengoptimalkan potensi terbaiknya,” katanya, Sabtu (27/6/2026).
Seiring bertambahnya pemahaman mengenai perkembangan otak anak , para ahli menekankan pentingnya proses mielinasi (pembentukan lapisan pelindung serabut saraf) dalam mendukung koneksi otak yang lebih cepat. Sederhananya, mielin dapat diibaratkan seperti jalan tol yang memungkinkan pesan antar sel saraf bergerak lebih cepat dan lancar, sehingga mendukung terbentuknya koneksi otak yang diperlukan anak dalam proses belajar sehari-hari.
Dr Dian Pratamastuti menjelaskan, pada awal kehidupan, ketika otak anak berkembang sangat pesat dan aktif membentuk berbagai koneksi yang mendukung perkembangan berbagai kemampuan, mielinasi berperan penting dalam mendukung kemampuan motorik, bahasa dan komunikasi, hingga kemampuan kognitif seperti fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah.
Untuk mendukung proses mielinasi ini, anak memerlukan kombinasi gizi yang tepat dalam jumlah yang tepat untuk seperti sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, serta stimulasi yang beragam melalui bermain, berinteraksi, dan bereksplorasi. ”Ketika gizi dan stimulasi berjalan beriringan, keduanya dapat membantu mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak yang optimal,” jelasnya.
Melalui hadirnya S-26 Exceptional Journey, pengunjung dapat menjelajahi berbagai area interaktif seperti Neuron Dance, Logic Lab, Neuron Express, dan Vision Pod yang dirancang untuk membantu orang tua memahami lebih dalam cara otak bekerja dan pentingnya kombinasi gizi tertentu dalam mendukung koneksi otak si Kecil yang lebih cepat. Baca juga: Ini Cara Lindungi Generasi Alpha dari Bahaya Dunia Digital
Sorotan utama dari pengalaman ini adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer, sebuah headband yang berfungsi seperti ‘smartwatch’ atau jam tangan pintar, memvisualisasikan aktivitas di berbagai area otak si Kecil secara real-time.
Syafira Devani, salah satu pengunjung mengatakan, acara ini memberikan pengalaman yang sangat menarik bagi dia dan keluarga. Anaknya dapat belajar sambil bermain, dan sebagai orang tua dapat memahami bagaimana proses belajar dan stimulasi dapat mendukung perkembangan otak si Kecil.
Kampanye ini berlangsung di Pakuwon Mall Surabaya pada 26-28 Juni 2026 dan akan hadir di Senayan City Jakarta pada 24-26 Juli 2026 dalam rangka World Brain Day 2026.
Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26 Vera Niki Gozali mengatakan, melalui kampanye 'Semua Bisa Jadi Hebat' ingin mengajak Mams & Paps melihat bahwa di balik setiap anak hebat, terdapat koneksi otak yang cepat. Koneksi ini berperan penting dalam mendukung proses belajar si kecil, menghubungkan berbagai informasi, dan mengembangkan potensi uniknya. Baca juga: Perkembangan Motorik Anak Penting Dipantau sejak Usia Dini
“Kami percaya setiap anak bisa jadi hebat melalui perjalanan belajarnya masing-masing. Sebagai inspirasi, kami menghadirkan real-life exceptional children, Ashton, Aleesya, dan Dazelin, yang mencerminkan bahwa dengan dukungan gizi, stimulasi, dan proses multi-learning yang tepat, setiap anak dapat mengoptimalkan potensi terbaiknya,” katanya, Sabtu (27/6/2026).
Seiring bertambahnya pemahaman mengenai perkembangan otak anak , para ahli menekankan pentingnya proses mielinasi (pembentukan lapisan pelindung serabut saraf) dalam mendukung koneksi otak yang lebih cepat. Sederhananya, mielin dapat diibaratkan seperti jalan tol yang memungkinkan pesan antar sel saraf bergerak lebih cepat dan lancar, sehingga mendukung terbentuknya koneksi otak yang diperlukan anak dalam proses belajar sehari-hari.
Dr Dian Pratamastuti menjelaskan, pada awal kehidupan, ketika otak anak berkembang sangat pesat dan aktif membentuk berbagai koneksi yang mendukung perkembangan berbagai kemampuan, mielinasi berperan penting dalam mendukung kemampuan motorik, bahasa dan komunikasi, hingga kemampuan kognitif seperti fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah.
Untuk mendukung proses mielinasi ini, anak memerlukan kombinasi gizi yang tepat dalam jumlah yang tepat untuk seperti sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, serta stimulasi yang beragam melalui bermain, berinteraksi, dan bereksplorasi. ”Ketika gizi dan stimulasi berjalan beriringan, keduanya dapat membantu mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak yang optimal,” jelasnya.
Melalui hadirnya S-26 Exceptional Journey, pengunjung dapat menjelajahi berbagai area interaktif seperti Neuron Dance, Logic Lab, Neuron Express, dan Vision Pod yang dirancang untuk membantu orang tua memahami lebih dalam cara otak bekerja dan pentingnya kombinasi gizi tertentu dalam mendukung koneksi otak si Kecil yang lebih cepat. Baca juga: Ini Cara Lindungi Generasi Alpha dari Bahaya Dunia Digital
Sorotan utama dari pengalaman ini adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer, sebuah headband yang berfungsi seperti ‘smartwatch’ atau jam tangan pintar, memvisualisasikan aktivitas di berbagai area otak si Kecil secara real-time.
Syafira Devani, salah satu pengunjung mengatakan, acara ini memberikan pengalaman yang sangat menarik bagi dia dan keluarga. Anaknya dapat belajar sambil bermain, dan sebagai orang tua dapat memahami bagaimana proses belajar dan stimulasi dapat mendukung perkembangan otak si Kecil.
(poe)
Lihat Juga :