Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Minggu, 28 Juni 2026 - 09:02 WIB
loading...
BPDP berkolaborasi dengan Kantor Wilayah DJPb, dan Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Sinara Fest 2026. Foto/istimewa
A
A
A
NTT - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Sinara Fest kembali untuk kelima kalinya. Kegiatan yang digelar pada 25-26 Juni ini merupakan kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mengusung tema “Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas,” Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Kepala KPPN Mataram, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, perwakilan KPPBC Mataram, perwakilan dari KPKNL Mataram.
Turut Hadir dalam kegiatan juga perwakilan dari Kemenkeu Satu NTB, Dinas Perkebunan dan Kepala Divisi SDM BPDP Adi Sucipto.Sinara Fest 2026 menghadirkan rangkaian edukasi, workshop, dan mini bazar UMKM serta bekerja sama dengan Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hal tersebut menjadi bentuk nyata komitmen BPDP dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan UMKM perkebunan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao untuk naik kelas.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani menjelaskan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kita semakin menyadari bahwa pembangunan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi saat ini membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kemampuan untuk membangun jejaring yang saling menguatkan.
Baca juga: 29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
“Kegiatan Sinara Fest di Provinsi NTB bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, jejaring, dan peluang yang dapat mendorong UMKM tumbuh lebih kuat, inovatif dan kompetitif,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Ratih menilai bahwa pemberdayaan UMKM sangatlah penting maka harus dipandang sebagai proses yang menyeluruh, bukan sekadar pemberian pelatihan melainkan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan melalui akses pembiayaan yang lebih luas, peningkatan kompetensi, perluasan pasar, adopsi teknologi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Lihat video: Momen Sakral! Prosesi Jumat Agung di NTT, Patung Yesus Diarak Lewati Laut | SINDO PRIME
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim dalam Keynote Speech nya menuturkan tujuan dari BPDP menyelenggarakan Sinara Fest adalah ingin memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan.
“Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa sawit, kelapa dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk nilai tambah tinggi. Potensi inilah yang perlu terus kita dorong melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia”, tuturnya.
Hal ini bukan menjadi baru bagi BPDP, disebabkan BPDP terus berinovasi untuk menjalankan program-program yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Khusus dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP berupaya menghadirkan berbagai pelatihan, workshop, promosi dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujar Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah dalam diskusi Peluang Kolaborasi Pengembangan UMKM Perkebunan menyampaikan berbagai dukungan BPDP serta peluang kolaborasi dan Pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat. “BPDP siap kolaborasi dengan pelaku UKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis perkebunan dan turunannya dari sawit, kakao dan Kelapa dan juga sebagai untuk promosi kebaikan sawit,kakao dan kelapa” ujarnya.
BPDP berharap bahwa ruang kolaborasi antar pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan yang telah digaungkan oleh BPDP melalui Sinara Fest 2026, di Provinsi NTB dapat memperluas dan mendorong UMKM semakin naik kelas.
Mengusung tema “Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas,” Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Kepala KPPN Mataram, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, perwakilan KPPBC Mataram, perwakilan dari KPKNL Mataram.
Turut Hadir dalam kegiatan juga perwakilan dari Kemenkeu Satu NTB, Dinas Perkebunan dan Kepala Divisi SDM BPDP Adi Sucipto.Sinara Fest 2026 menghadirkan rangkaian edukasi, workshop, dan mini bazar UMKM serta bekerja sama dengan Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hal tersebut menjadi bentuk nyata komitmen BPDP dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan UMKM perkebunan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao untuk naik kelas.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani menjelaskan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kita semakin menyadari bahwa pembangunan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi saat ini membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kemampuan untuk membangun jejaring yang saling menguatkan.
Baca juga: 29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
“Kegiatan Sinara Fest di Provinsi NTB bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, jejaring, dan peluang yang dapat mendorong UMKM tumbuh lebih kuat, inovatif dan kompetitif,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Ratih menilai bahwa pemberdayaan UMKM sangatlah penting maka harus dipandang sebagai proses yang menyeluruh, bukan sekadar pemberian pelatihan melainkan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan melalui akses pembiayaan yang lebih luas, peningkatan kompetensi, perluasan pasar, adopsi teknologi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Lihat video: Momen Sakral! Prosesi Jumat Agung di NTT, Patung Yesus Diarak Lewati Laut | SINDO PRIME
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim dalam Keynote Speech nya menuturkan tujuan dari BPDP menyelenggarakan Sinara Fest adalah ingin memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan.
“Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa sawit, kelapa dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk nilai tambah tinggi. Potensi inilah yang perlu terus kita dorong melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia”, tuturnya.
Hal ini bukan menjadi baru bagi BPDP, disebabkan BPDP terus berinovasi untuk menjalankan program-program yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Khusus dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP berupaya menghadirkan berbagai pelatihan, workshop, promosi dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujar Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah dalam diskusi Peluang Kolaborasi Pengembangan UMKM Perkebunan menyampaikan berbagai dukungan BPDP serta peluang kolaborasi dan Pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat. “BPDP siap kolaborasi dengan pelaku UKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis perkebunan dan turunannya dari sawit, kakao dan Kelapa dan juga sebagai untuk promosi kebaikan sawit,kakao dan kelapa” ujarnya.
BPDP berharap bahwa ruang kolaborasi antar pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan yang telah digaungkan oleh BPDP melalui Sinara Fest 2026, di Provinsi NTB dapat memperluas dan mendorong UMKM semakin naik kelas.
(cip)
Lihat Juga :