Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Kamis, 25 Juni 2026 - 16:20 WIB
loading...
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan para profesor, akademisi, profesional, pembuat kebijakan, hingga Generasi Z. Foto/istimewa
A
A
A
SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan para profesor, akademisi, profesional, pembuat kebijakan, hingga Generasi Z. Forum tersebut nantinya membahas berbagai isu strategis yang menentukan masa depan Indonesia.
Gagasan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri pertemuan Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) di Surabaya.
Menurut AHY, tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu kelompok atau satu generasi. Diperlukan kolaborasi yang lebih luas agar berbagai perspektif dapat bertemu dalam satu ruang pemikiran yang produktif.
Baca juga: AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Karena itu, selain forum internal Dewan Pakar, AHY berencana mendorong lahirnya strategic forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami juga ingin menggagas forum yang lebih luas lagi, bisa seperti strategic forum, bukan hanya internal Dewan Pakar, bukan hanya IKA Unair, tetapi juga mengundang berbagai stakeholders, termasuk generasi muda dan Generasi Z,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Lihat video: Dampak Perang Timur Tengah! Menko AHY Buka Suara Soal Kenaikan Tarif Tiket Pesawat | Sindo Malam
Forum tersebut nantinya diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai isu yang sedang menjadi perhatian publik, baik di tingkat nasional maupun internasional. AHY menilai keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting karena mereka bukan sekadar penonton perubahan, melainkan pihak yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.
Dalam pandangan AHY, perguruan tinggi memiliki posisi yang unik karena mampu mempertemukan pengalaman para akademisi senior dengan energi, kreativitas, dan perspektif baru yang dimiliki generasi muda.
"Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan yang tidak hanya relevan untuk menjawab persoalan hari ini, tetapi juga mampu mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan beberapa dekade mendatang," katanya.
Gagasan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri pertemuan Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) di Surabaya.
Menurut AHY, tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu kelompok atau satu generasi. Diperlukan kolaborasi yang lebih luas agar berbagai perspektif dapat bertemu dalam satu ruang pemikiran yang produktif.
Baca juga: AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Karena itu, selain forum internal Dewan Pakar, AHY berencana mendorong lahirnya strategic forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami juga ingin menggagas forum yang lebih luas lagi, bisa seperti strategic forum, bukan hanya internal Dewan Pakar, bukan hanya IKA Unair, tetapi juga mengundang berbagai stakeholders, termasuk generasi muda dan Generasi Z,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Lihat video: Dampak Perang Timur Tengah! Menko AHY Buka Suara Soal Kenaikan Tarif Tiket Pesawat | Sindo Malam
Forum tersebut nantinya diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai isu yang sedang menjadi perhatian publik, baik di tingkat nasional maupun internasional. AHY menilai keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting karena mereka bukan sekadar penonton perubahan, melainkan pihak yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan.
Dalam pandangan AHY, perguruan tinggi memiliki posisi yang unik karena mampu mempertemukan pengalaman para akademisi senior dengan energi, kreativitas, dan perspektif baru yang dimiliki generasi muda.
"Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan yang tidak hanya relevan untuk menjawab persoalan hari ini, tetapi juga mampu mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan beberapa dekade mendatang," katanya.
(cip)
Lihat Juga :