Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Senin, 22 Juni 2026 - 23:35 WIB
loading...
A
A
A
"Jazz adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai generasi dan latar belakang. Kami bangga dapat berkolaborasi menghadirkan perayaan musik yang memadukan jazz dengan nuansa Betawi. Ini adalah bentuk kecintaan kami terhadap Jakarta serta upaya menjaga agar budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," katanya.
Lebih jauh, Cibis Park juga menegaskan ambisinya menjadi salah satu episentrum kolaborasi seni dan penggerak ekosistem musik di Jakarta. Melalui berbagai inisiatif kreatif, kawasan ini ingin membuka ruang lebih luas bagi musisi, komunitas, dan talenta lokal untuk berkembang.
Achmad menambahkan, ke depan Cibis Park ingin berperan sebagai katalis yang memperkuat eksistensi musik Jakarta serta mendorong lahirnya ikon-ikon baru yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Gelaran Musik Jakarta 2026 akan menghadirkan sejumlah musisi dan komunitas yang memiliki kedekatan dengan wajah budaya ibu kota, di antaranya Cinere Jazz Society, Sudut Ruang Jazz, The Jakarta Happy Voice, Kirana, Rio Moreno, Happy Pretty, dan Neea Rachma.
Di usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad, panggung seperti ini menjadi pengingat bahwa identitas kota tidak hanya dibangun dari gedung dan infrastruktur, tetapi juga dari nada, ruang perjumpaan, dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Cibis Park juga menegaskan ambisinya menjadi salah satu episentrum kolaborasi seni dan penggerak ekosistem musik di Jakarta. Melalui berbagai inisiatif kreatif, kawasan ini ingin membuka ruang lebih luas bagi musisi, komunitas, dan talenta lokal untuk berkembang.
Achmad menambahkan, ke depan Cibis Park ingin berperan sebagai katalis yang memperkuat eksistensi musik Jakarta serta mendorong lahirnya ikon-ikon baru yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Gelaran Musik Jakarta 2026 akan menghadirkan sejumlah musisi dan komunitas yang memiliki kedekatan dengan wajah budaya ibu kota, di antaranya Cinere Jazz Society, Sudut Ruang Jazz, The Jakarta Happy Voice, Kirana, Rio Moreno, Happy Pretty, dan Neea Rachma.
Di usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad, panggung seperti ini menjadi pengingat bahwa identitas kota tidak hanya dibangun dari gedung dan infrastruktur, tetapi juga dari nada, ruang perjumpaan, dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
(abd)
Lihat Juga :