Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Senin, 22 Juni 2026 - 15:29 WIB
loading...
Ferry Irawan dipercaya memimpin DPW Partai Perindo Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: SindoNews
A
A
A
KENDARI - Perjalanan hidup Ferry Irawan tidak berjalan di satu jalur yang lurus. Sebelum dipercaya memimpin DPW Partai Perindo Sulawesi Tenggara (Sultra), dia lebih dulu ditempa sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, berkiprah di dunia usaha hingga aktif memimpin berbagai organisasi.
Meski bidang yang digelutinya berbeda-beda, ada satu nilai yang terus dibawanya: disiplin. Bagi pria kelahiran Prabumulih, 30 Oktober 1980 ini, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan kemampuan membangun kepercayaan, menggerakkan organisasi dan memastikan setiap target dapat diwujudkan melalui kerja nyata.
Selama 14 tahun, dia mengabdikan diri sebagai prajurit TNI Angkatan Laut. Lingkungan militer membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas, terukur dan berorientasi pada hasil. “Mulai tahun 2002 sampai 2016, saya berdinas di TNI Angkatan Laut. Berjalannya waktu, saya ingin terjun salah satunya ke dunia politik, maka saya mengajukan resign,” ungkap Ferry Irawan, Senin (22/6/2026).
![Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra]()
Baca juga: Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Setelah meninggalkan dunia militer, lulusan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo ini melanjutkan karier di sektor pertambangan, salah satu sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian Sultra. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuannya dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan di tengah tantangan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
![Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra]()
Namun bagi Ferry, pengalaman yang dimiliki tidak cukup hanya dimanfaatkan untuk kepentingan profesional. Dia meyakini bahwa kemampuan memimpin harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, dia juga aktif di berbagai organisasi, termasuk dipercaya sebagai Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sultra.
Di bawah kepemimpinannya, pembinaan atlet dan regenerasi menjadi perhatian utama. Baginya, organisasi yang sehat harus mampu mencetak kader dan melahirkan prestasi secara berkelanjutan.
Prinsip yang sama kini diterapkannya di Partai Perindo Sultra. Setelah menerima amanah sebagai Ketua DPW, Ferry langsung bergerak memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
"Saya berkomitmen membesarkan Partai Perindo di Sulawesi Tenggara dengan membangun dan memperkuat struktur kepartaian secara mandiri di seluruh kabupaten/kota," tuturnya.
Menurutnya, partai politik yang kuat harus dibangun dari fondasi organisasi yang solid. “Kami ingin memastikan seluruh 17 kabupaten dan kota memiliki kepengurusan yang aktif dan solid. Jika kepengurusan sudah lengkap, maka konsolidasi dan kerja-kerja politik akan berjalan efektif,” katanya.
Melalui penguatan organisasi tersebut, Ferry menargetkan Partai Perindo dapat tampil sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan di Sultra. Salah satu targetnya, menghadirkan wakil Perindo di Senayan melalui daerah pemilihan Sultra. "Kami akan berjuang untuk memperoleh satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Tenggara," tegasnya.
Bagi Ferry Irawan, perjalanan dari barak militer menuju panggung politik bukanlah perubahan arah, melainkan kelanjutan dari satu tujuan yang sama: mengabdi. Dengan disiplin yang ditempa sebagai prajurit, pengalaman memimpin organisasi dan pemahaman dunia usaha, dia kini mengemban amanah untuk membawa Partai Perindo semakin dekat dengan masyarakat Sultra.
Meski bidang yang digelutinya berbeda-beda, ada satu nilai yang terus dibawanya: disiplin. Bagi pria kelahiran Prabumulih, 30 Oktober 1980 ini, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan kemampuan membangun kepercayaan, menggerakkan organisasi dan memastikan setiap target dapat diwujudkan melalui kerja nyata.
Selama 14 tahun, dia mengabdikan diri sebagai prajurit TNI Angkatan Laut. Lingkungan militer membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas, terukur dan berorientasi pada hasil. “Mulai tahun 2002 sampai 2016, saya berdinas di TNI Angkatan Laut. Berjalannya waktu, saya ingin terjun salah satunya ke dunia politik, maka saya mengajukan resign,” ungkap Ferry Irawan, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Setelah meninggalkan dunia militer, lulusan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo ini melanjutkan karier di sektor pertambangan, salah satu sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian Sultra. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuannya dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan di tengah tantangan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
.jpg)
Namun bagi Ferry, pengalaman yang dimiliki tidak cukup hanya dimanfaatkan untuk kepentingan profesional. Dia meyakini bahwa kemampuan memimpin harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, dia juga aktif di berbagai organisasi, termasuk dipercaya sebagai Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sultra.
Di bawah kepemimpinannya, pembinaan atlet dan regenerasi menjadi perhatian utama. Baginya, organisasi yang sehat harus mampu mencetak kader dan melahirkan prestasi secara berkelanjutan.
Prinsip yang sama kini diterapkannya di Partai Perindo Sultra. Setelah menerima amanah sebagai Ketua DPW, Ferry langsung bergerak memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
"Saya berkomitmen membesarkan Partai Perindo di Sulawesi Tenggara dengan membangun dan memperkuat struktur kepartaian secara mandiri di seluruh kabupaten/kota," tuturnya.
Menurutnya, partai politik yang kuat harus dibangun dari fondasi organisasi yang solid. “Kami ingin memastikan seluruh 17 kabupaten dan kota memiliki kepengurusan yang aktif dan solid. Jika kepengurusan sudah lengkap, maka konsolidasi dan kerja-kerja politik akan berjalan efektif,” katanya.
Melalui penguatan organisasi tersebut, Ferry menargetkan Partai Perindo dapat tampil sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan di Sultra. Salah satu targetnya, menghadirkan wakil Perindo di Senayan melalui daerah pemilihan Sultra. "Kami akan berjuang untuk memperoleh satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Tenggara," tegasnya.
Bagi Ferry Irawan, perjalanan dari barak militer menuju panggung politik bukanlah perubahan arah, melainkan kelanjutan dari satu tujuan yang sama: mengabdi. Dengan disiplin yang ditempa sebagai prajurit, pengalaman memimpin organisasi dan pemahaman dunia usaha, dia kini mengemban amanah untuk membawa Partai Perindo semakin dekat dengan masyarakat Sultra.
(rca)
Lihat Juga :