GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:08 WIB
loading...
Ketua Umum GKSI Dedi Setiadi mengatakan akan melibatkan peternak dan koperasi susu untuk perkuat Program MBG. Foto/istimewa
A
A
A
BANDUNG - Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) menegaskan komitmennya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya melalui penguatan penyerapan susu segar dari peternak lokal dan pemberdayaan koperasi persusuan di berbagai daerah.
Ketua Umum GKSI Dedi Setiadi mengatakan koperasi persusuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi susu nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Menurut dia, penguatan kelembagaan koperasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Program MBG merupakan peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar dalam negeri sekaligus memperluas pasar bagi peternak rakyat. Karena itu, koperasi harus diperkuat agar mampu menjadi penghubung yang efektif antara peternak dan kebutuhan pangan nasional,” ujar Dedi, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor persusuan, termasuk ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dedi menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang terintegrasi. Upaya tersebut meliputi vaksinasi rutin, penerapan biosekuriti kandang, pengawasan lalu lintas ternak, peningkatan kebersihan lingkungan peternakan, hingga penyediaan pakan berkualitas.
Menurut dia, kesehatan ternak merupakan faktor fundamental dalam menjaga produktivitas sapi perah dan keberlanjutan pasokan susu segar nasional. Oleh karena itu, pengendalian penyakit ternak harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. “Program MBG sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem persusuan nasional berbasis koperasi,’ ucapnya.
Melalui peningkatan penyerapan susu segar lokal, program tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi peternak sehingga mendorong peningkatan kualitas produksi dan pengembangan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan.
Lihat video: Tepis Isu Penghentian, Pemerintah Pastikan Program MBG Jalan Terus
“Ketika peternak memperoleh kepastian pasar, mereka akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas susu, menjaga kesehatan ternak, dan memperbaiki manajemen usaha. Pada akhirnya, hal itu akan berdampak positif terhadap produktivitas dan daya saing sektor persusuan nasional,” katanya.
Selain berperan dalam menghimpun dan menyalurkan produksi susu peternak, koperasi juga memiliki fungsi penting dalam pengujian kualitas susu, penyediaan sarana produksi, layanan kesehatan hewan, pendampingan teknis, hingga penguatan akses pemasaran. Peran tersebut menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam pemberdayaan peternak rakyat.
Dedi menilai dukungan terhadap Program MBG juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Susu segar lokal merupakan sumber protein hewani, kalsium, dan berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok usia produktif.
Karena itu, peningkatan produksi susu dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional. GKSI juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, peternak, industri pengolahan susu, BUMN pangan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal.
“Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan penyerapan susu segar lokal berlangsung secara berkelanjutan dengan tetap memenuhi standar mutu dan keamanan pangan,” paparnya.
Dengan dukungan seluruh pihak, GKSI optimistis Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat melalui penguatan sektor peternakan sapi perah dan koperasi persusuan nasional.
“Program ini diharapkan menghadirkan manfaat berkelanjutan, baik bagi masyarakat sebagai penerima manfaat maupun bagi peternak lokal sebagai tulang punggung industri susu nasional,” ucapnya.
Ketua Umum GKSI Dedi Setiadi mengatakan koperasi persusuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi susu nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Menurut dia, penguatan kelembagaan koperasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
“Program MBG merupakan peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan susu segar dalam negeri sekaligus memperluas pasar bagi peternak rakyat. Karena itu, koperasi harus diperkuat agar mampu menjadi penghubung yang efektif antara peternak dan kebutuhan pangan nasional,” ujar Dedi, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor persusuan, termasuk ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dedi menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan yang terintegrasi. Upaya tersebut meliputi vaksinasi rutin, penerapan biosekuriti kandang, pengawasan lalu lintas ternak, peningkatan kebersihan lingkungan peternakan, hingga penyediaan pakan berkualitas.
Menurut dia, kesehatan ternak merupakan faktor fundamental dalam menjaga produktivitas sapi perah dan keberlanjutan pasokan susu segar nasional. Oleh karena itu, pengendalian penyakit ternak harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. “Program MBG sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem persusuan nasional berbasis koperasi,’ ucapnya.
Melalui peningkatan penyerapan susu segar lokal, program tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi peternak sehingga mendorong peningkatan kualitas produksi dan pengembangan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan.
Lihat video: Tepis Isu Penghentian, Pemerintah Pastikan Program MBG Jalan Terus
“Ketika peternak memperoleh kepastian pasar, mereka akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas susu, menjaga kesehatan ternak, dan memperbaiki manajemen usaha. Pada akhirnya, hal itu akan berdampak positif terhadap produktivitas dan daya saing sektor persusuan nasional,” katanya.
Selain berperan dalam menghimpun dan menyalurkan produksi susu peternak, koperasi juga memiliki fungsi penting dalam pengujian kualitas susu, penyediaan sarana produksi, layanan kesehatan hewan, pendampingan teknis, hingga penguatan akses pemasaran. Peran tersebut menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam pemberdayaan peternak rakyat.
Dedi menilai dukungan terhadap Program MBG juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Susu segar lokal merupakan sumber protein hewani, kalsium, dan berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok usia produktif.
Karena itu, peningkatan produksi susu dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional. GKSI juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, peternak, industri pengolahan susu, BUMN pangan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal.
“Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan penyerapan susu segar lokal berlangsung secara berkelanjutan dengan tetap memenuhi standar mutu dan keamanan pangan,” paparnya.
Dengan dukungan seluruh pihak, GKSI optimistis Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat melalui penguatan sektor peternakan sapi perah dan koperasi persusuan nasional.
“Program ini diharapkan menghadirkan manfaat berkelanjutan, baik bagi masyarakat sebagai penerima manfaat maupun bagi peternak lokal sebagai tulang punggung industri susu nasional,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :