Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:56 WIB
loading...
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait di lokasi terdampak Desa Kamaroa, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (17/6/2026). Foto: BNPB
A A A
SULTENG - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi kekuatan M6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa (16/6/2026) bertambah menjadi tiga orang. Hal tersebut berdasarkan hasil pendataan terbaru hingga Kamis (18/6/2026) pukul 13.51 WIB.

"Selain itu, tercatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan, sementara 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak akibat bencana tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia



"Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru," ujar Aam sapaan Abdul Muhari.

Aam mengatakan selain korban jiwa, gempa mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, yang terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

"Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan sosial, meliputi 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan Bapperinda, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih," paparnya.

Diketahui, gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga Kamis (18/6), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2 dan terkecil 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan masih dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi.

Dalam mendukung penanganan darurat, BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sigi serta menyalurkan bantuan logistik berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat.

Selain itu, personel TNI dan Polri turut membantu pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta dukungan operasional di lapangan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan berbagai pihak juga terus melakukan pendataan by name by address untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat sasaran.

Aam mengatakan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan darurat, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, segera bertolak ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6).

"Kehadiran Kepala BNPB di lokasi bertujuan untuk memastikan penanganan darurat serta koordinasi lintas instansi berjalan optimal dan efektif, melihat langsung kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan oleh masyarakat di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat BNPB dipimpin oleh 2 orang pejabat Es2 dari Kedeputian Tanggap Darurat sudah lebih dahulu berada di lokasi dengan membawa logistik awal untuk mendukung masyarakat terdampak.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan tenda pengungsi dan tenda keluarga, air bersih, selimut, matras, penerangan darurat, layanan kesehatan, serta dukungan pembersihan puing bangunan.

"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan BPBD. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang mengingat aktivitas gempa susulan masih terjadi," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M 6.7 Guncang...
Gempa M 6.7 Guncang Palu: Update Kondisi Terkini & Peringatan BMKG
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Dari Konsumen ke Produsen,...
Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
Rekomendasi
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved