Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Selasa, 16 Juni 2026 - 11:53 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan analisis gempa besar berkekuatan Magnitudo (M)6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa 16 Juni 2026, pukul 10.27.44 WIB. Foto/BMKG
A
A
A
PALU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis gempa besar berkekuatan Magnitudo (M)6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Gempa besar ini terjadi pada Selasa 16 Juni 2026, pukul 10.27.44 WIB.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault) atau oblique normal,” ungkap BMKG dalam keterangannya.
Baca juga: Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
BMKG pun memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi sekitar 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala MMI VI–VII di Palu, V–VI di Sigi, III di Polewali Mandar, Mamasa, dan Mamuju, II–III di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Majene, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Luwu Utara, serta III di Pasangkayu dan II di Wajo.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tektonik tersebut. Hingga pukul 10.46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Baca juga: Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,” imbau BMKG.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault) atau oblique normal,” ungkap BMKG dalam keterangannya.
Baca juga: Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
BMKG pun memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi sekitar 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala MMI VI–VII di Palu, V–VI di Sigi, III di Polewali Mandar, Mamasa, dan Mamuju, II–III di Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Majene, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Luwu Utara, serta III di Pasangkayu dan II di Wajo.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tektonik tersebut. Hingga pukul 10.46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Baca juga: Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,” imbau BMKG.
(shf)
Lihat Juga :