Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Jum'at, 12 Juni 2026 - 16:34 WIB
loading...
Kemendagri bersama Malaysia sepakat memperkuat kerja sama bilateral untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat di garis terdepan. Foto/Ist
A
A
A
BANDUNG - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri melalui Direktorat Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban) bersama Malaysia sepakat memperkuat kerja sama bilateral. Terutama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat di garis terdepan kedua negara.
Hal itu disepakati dalam Persidangan ke-19 Sekretariat Bersama (Sekber) KK/JKK Sosek Malindo 2026 di Kota Bandung, Indonesia pada Rabu, 10 Juni 2026. Sosek Malindo merupakan forum kerja sama sosial ekonomi antara Indonesia dan Malaysia yang telah berlangsung selama puluhan tahun sebagai wadah resmi untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya di kawasan perbatasan yang dipimpin oleh Ketua KK Sosek Indonesia Safrizal ZA.
Baca juga: Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Persidangan ke-19 ini dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban) Ditjen Bina Adwil Kemendagri sekaligus Ketua Sekretariat KK Sosek Indonesia Amran.
Sedangkan, Pemerintah Malaysia dipimpin oleh Pengarah Bahagian Pengurusan Sempadan Darat, Majlis Keselamatan Negara, selaku Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim. Turut hadir pula perwakilan dari Negeri Sarawak, Sabah, dan Melaka, serta Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.
"Persidangan Sekretariat Bersama ini memiliki peran penting bagi kedua negara dalam membahas isu-isu strategis sosial ekonomi di kawasan perbatasan yang nantinya akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan Tim Teknik di tingkat Provinsi-Negeri dan dalam rangka mempersiapkan Sosek Malindo Tingkat Pusat," ujar Amran dikutip Jumat (12/6/2026).
Baca juga: KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Persidangan ini sekaligus menandai transisi kepemimpinan di sisi Malaysia. Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim resmi mengemban amanah sebagai Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia yang baru, menggantikan Puan Azizah Binti Mohamed Said.
Terkait pergantian tersebut, Kemendagri menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Puan Azizah Binti Mohamed Said dalam memajukan kerja sama sosial ekonomi kawasan perbatasan kedua negara selama masa kepemimpinannya.
Persidangan ini juga berlangsung dalam momentum yang strategis, setelah sukses diselenggarakannya Pertemuan Ke-17 Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) Republik Indonesia-Malaysia pada 3 Juni 2026 di Jakarta yang diharapkan menjadi titik tolak penguatan kerja sama bilateral yang lebih komprehensif antara kedua negara.
Beberapa Isu strategis yang turut dibahas dalam persidangan ini adalah operasionalisasi Pos Lintas Batas (PLB) di Temajuk, Kalimantan Barat yang akan segera dilaksanakan soft launching dan revisi Terms of Reference (TOR) KK/JKK Sosek Malindo.
Revisi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pertemuan Ke-18 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC Malindo) pada 2025, yang menekankan pentingnya kerangka kerja Sosek Malindo diperbarui agar dapat memberikan dampak yang lebih nyata dan terukur bagi kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.
"Besar harapan kami agar Persidangan Sekretariat Bersama kali ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang membangun, termasuk terkait revisi ToR KK/JKK Sosek Malindo guna meningkatkan kemajuan kerja sama perbatasan Indonesia-Malaysia," ucapnya.
Kemendagri menekankan hasil Persidangan ke-19 Sekver ini diharapkan menjadi landasan rekomendasi yang signifikan untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan dalam Persidangan Ke-40 KK/JKK Sosek Malindo Tahun 2025.
Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan masukan bagi sidang-sidang KK/JKK Sosek Malindo di masa yang akan datang demi memastikan kesinambungan dan efektivitas kerja sama perbatasan kedua negara.
Kemendagri optimistis bahwa dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme kedua delegasi, Persidangan ke-19 Sekber KK/JKK Sosek Malindo ini akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang konkret dan berdampak luas.
Hal itu disepakati dalam Persidangan ke-19 Sekretariat Bersama (Sekber) KK/JKK Sosek Malindo 2026 di Kota Bandung, Indonesia pada Rabu, 10 Juni 2026. Sosek Malindo merupakan forum kerja sama sosial ekonomi antara Indonesia dan Malaysia yang telah berlangsung selama puluhan tahun sebagai wadah resmi untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya di kawasan perbatasan yang dipimpin oleh Ketua KK Sosek Indonesia Safrizal ZA.
Baca juga: Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Persidangan ke-19 ini dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara (Waskoban) Ditjen Bina Adwil Kemendagri sekaligus Ketua Sekretariat KK Sosek Indonesia Amran.
Sedangkan, Pemerintah Malaysia dipimpin oleh Pengarah Bahagian Pengurusan Sempadan Darat, Majlis Keselamatan Negara, selaku Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim. Turut hadir pula perwakilan dari Negeri Sarawak, Sabah, dan Melaka, serta Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.
"Persidangan Sekretariat Bersama ini memiliki peran penting bagi kedua negara dalam membahas isu-isu strategis sosial ekonomi di kawasan perbatasan yang nantinya akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan Tim Teknik di tingkat Provinsi-Negeri dan dalam rangka mempersiapkan Sosek Malindo Tingkat Pusat," ujar Amran dikutip Jumat (12/6/2026).
Baca juga: KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Persidangan ini sekaligus menandai transisi kepemimpinan di sisi Malaysia. Mohamad Badrie Bin Abdul Rahim resmi mengemban amanah sebagai Ketua Sekretariat JKK Sosek Malaysia yang baru, menggantikan Puan Azizah Binti Mohamed Said.
Terkait pergantian tersebut, Kemendagri menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Puan Azizah Binti Mohamed Said dalam memajukan kerja sama sosial ekonomi kawasan perbatasan kedua negara selama masa kepemimpinannya.
Persidangan ini juga berlangsung dalam momentum yang strategis, setelah sukses diselenggarakannya Pertemuan Ke-17 Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) Republik Indonesia-Malaysia pada 3 Juni 2026 di Jakarta yang diharapkan menjadi titik tolak penguatan kerja sama bilateral yang lebih komprehensif antara kedua negara.
Beberapa Isu strategis yang turut dibahas dalam persidangan ini adalah operasionalisasi Pos Lintas Batas (PLB) di Temajuk, Kalimantan Barat yang akan segera dilaksanakan soft launching dan revisi Terms of Reference (TOR) KK/JKK Sosek Malindo.
Revisi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pertemuan Ke-18 High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC Malindo) pada 2025, yang menekankan pentingnya kerangka kerja Sosek Malindo diperbarui agar dapat memberikan dampak yang lebih nyata dan terukur bagi kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.
"Besar harapan kami agar Persidangan Sekretariat Bersama kali ini dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang membangun, termasuk terkait revisi ToR KK/JKK Sosek Malindo guna meningkatkan kemajuan kerja sama perbatasan Indonesia-Malaysia," ucapnya.
Kemendagri menekankan hasil Persidangan ke-19 Sekver ini diharapkan menjadi landasan rekomendasi yang signifikan untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan dalam Persidangan Ke-40 KK/JKK Sosek Malindo Tahun 2025.
Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan masukan bagi sidang-sidang KK/JKK Sosek Malindo di masa yang akan datang demi memastikan kesinambungan dan efektivitas kerja sama perbatasan kedua negara.
Kemendagri optimistis bahwa dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme kedua delegasi, Persidangan ke-19 Sekber KK/JKK Sosek Malindo ini akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang konkret dan berdampak luas.
(shf)
Lihat Juga :