Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Jum'at, 12 Juni 2026 - 12:54 WIB
loading...
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatrya Hawin menjalani Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang. Foto: Istimewa
A
A
A
MALANG - Sebanyak 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III/58 Batalyon Ksatrya Hawin menjalani Latihan Kerja (Latja) di Polres Malang. Para taruna mendapatkan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas kepolisian sebagai bekal sebelum bertugas sebagai perwira Polri melalui kegiatan yang digelar pada 6-20 Juni 2026.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan bahwa latihan kerja menjadi tahapan penting dalam membentuk kemampuan teknis, karakter kepemimpinan, serta profesionalisme calon perwira Polri. “Latja bukan sekadar menjalankan program pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di Akademi Kepolisian ke dalam situasi tugas yang nyata di lapangan,” ujar AKBP Taat melalui keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Dia menambahkan, pemahaman terhadap dinamika tugas kepolisian tidak cukup diperoleh melalui pendidikan di kelas. Pengalaman lapangan diperlukan agar para taruna dapat memahami secara langsung peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Baca juga: Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dalam pelaksanaan Latja, para taruna akan mengikuti berbagai kegiatan operasional dan pembinaan yang mencakup lima fungsi teknis kepolisian, yakni Lalu Lintas, Reserse Kriminal, Samapta, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), serta Pembinaan Masyarakat (Binmas). Dia menuturkan, Polres Malang berkomitmen memberikan pendampingan dan pembelajaran secara maksimal agar para peserta memperoleh pengalaman yang komprehensif selama menjalani latihan kerja.
![Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi]()
“Kami berharap para taruna dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Selain memperdalam kemampuan teknis, para taruna juga didorong memahami implementasi Program Presisi dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari. “Melalui latihan kerja ini, para taruna diharapkan mampu memahami bagaimana Program Presisi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga nantinya siap menjadi perwira yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selama dua pekan pelaksanaan Latja, para peserta akan mengikuti kegiatan pembelajaran, observasi, hingga praktik lapangan yang dipandu personel pada masing-masing fungsi kepolisian. “Kami ingin para taruna mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas kepolisian di wilayah. Dengan begitu, saat terjun sebagai perwira nanti mereka telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai,” pungkasnya.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan bahwa latihan kerja menjadi tahapan penting dalam membentuk kemampuan teknis, karakter kepemimpinan, serta profesionalisme calon perwira Polri. “Latja bukan sekadar menjalankan program pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi para taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di Akademi Kepolisian ke dalam situasi tugas yang nyata di lapangan,” ujar AKBP Taat melalui keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Dia menambahkan, pemahaman terhadap dinamika tugas kepolisian tidak cukup diperoleh melalui pendidikan di kelas. Pengalaman lapangan diperlukan agar para taruna dapat memahami secara langsung peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Baca juga: Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dalam pelaksanaan Latja, para taruna akan mengikuti berbagai kegiatan operasional dan pembinaan yang mencakup lima fungsi teknis kepolisian, yakni Lalu Lintas, Reserse Kriminal, Samapta, Intelijen dan Keamanan (Intelkam), serta Pembinaan Masyarakat (Binmas). Dia menuturkan, Polres Malang berkomitmen memberikan pendampingan dan pembelajaran secara maksimal agar para peserta memperoleh pengalaman yang komprehensif selama menjalani latihan kerja.

“Kami berharap para taruna dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun karakter kepemimpinan yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Selain memperdalam kemampuan teknis, para taruna juga didorong memahami implementasi Program Presisi dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari. “Melalui latihan kerja ini, para taruna diharapkan mampu memahami bagaimana Program Presisi diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga nantinya siap menjadi perwira yang adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selama dua pekan pelaksanaan Latja, para peserta akan mengikuti kegiatan pembelajaran, observasi, hingga praktik lapangan yang dipandu personel pada masing-masing fungsi kepolisian. “Kami ingin para taruna mendapatkan pengalaman yang utuh tentang tugas kepolisian di wilayah. Dengan begitu, saat terjun sebagai perwira nanti mereka telah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :