BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Jum'at, 12 Juni 2026 - 08:32 WIB
loading...
Para pekerja berjalan kaki menuju shelter transportasi umum saat jam pulang kantor di Jakarta, Rabu (28/5/2025). Foto/Dok SindoNews/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI ) akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026). Mereka menggelar aksi kali ini lantaran prihatin terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.
"Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, situasi yang dihadapi bangsa saat ini bukan soal perbedaan politik, tetapi tentang seluruh rakyat yang dirugikan. Selain itu, BEM UI juga mengkritik sikap pemerintah yang kerap mempertontonkan sikap minim akuntabilitas, arogansi, miskin empati, dan semakin jauh dari keberpihakan terhadap rakyat.
Baca Juga: BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," katanya.
Dengan serangkaian permasalahan negeri ini, hal tersebut membuat BEM UI merasa terpanggil untuk turun ke jalan. BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan karena aksi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan Bundaran HI.
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok (hari ini) hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ucapnya.
Menurut Athof, aksi hari ini akan diikuti oleh 1.000 orang lebih. Ia menyampaikan BEM UI dalam aksi kali ini turut membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, antara lain stop pemborosan APBN dan turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
"Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak, dan pemerintah sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," kata Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, situasi yang dihadapi bangsa saat ini bukan soal perbedaan politik, tetapi tentang seluruh rakyat yang dirugikan. Selain itu, BEM UI juga mengkritik sikap pemerintah yang kerap mempertontonkan sikap minim akuntabilitas, arogansi, miskin empati, dan semakin jauh dari keberpihakan terhadap rakyat.
Baca Juga: BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
"Kepemimpinan yang baik seharusnya hadir untuk mendengar, melindungi, dan menjawab keresahan publik. Namun yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," katanya.
Dengan serangkaian permasalahan negeri ini, hal tersebut membuat BEM UI merasa terpanggil untuk turun ke jalan. BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan karena aksi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan Bundaran HI.
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok (hari ini) hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," ucapnya.
Menurut Athof, aksi hari ini akan diikuti oleh 1.000 orang lebih. Ia menyampaikan BEM UI dalam aksi kali ini turut membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, antara lain stop pemborosan APBN dan turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
(zik)
Lihat Juga :