Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
Selasa, 09 Juni 2026 - 18:25 WIB
loading...
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, resmi ditutup. Foto/SindoNews
A
A
A
PAPUA - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, resmi ditutup. Operasi SAR ditutup setelah sembilan hari dilakukannya pencarian.
“Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) setelah berlangsung selama sembilan hari,” kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, Selasa (9/6/2026).
Meski operasi pencarian telah berakhir, proses penyidikan dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab peristiwa tersebut.
Baca juga: 10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
"Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terhadap sejumlah sampel yang telah dikirim untuk diteliti lebih lanjut," ucapnya.
Kasie Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik menyampaikan keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.
Lihat video: Pilu! Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia Dimakamkan Bersama
"Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT," jelasnya.
Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.
“Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) setelah berlangsung selama sembilan hari,” kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, Selasa (9/6/2026).
Meski operasi pencarian telah berakhir, proses penyidikan dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab peristiwa tersebut.
Baca juga: 10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
"Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terhadap sejumlah sampel yang telah dikirim untuk diteliti lebih lanjut," ucapnya.
Kasie Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik menyampaikan keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.
Lihat video: Pilu! Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia Dimakamkan Bersama
"Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT," jelasnya.
Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.
(cip)
Lihat Juga :