Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan

Selasa, 09 Juni 2026 - 18:02 WIB
loading...
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI Fathan Putra Mardela menyebut PSN Wanam bisa menjadi penggerak kemajuan Papua Selatan dan ketahanan pangan nasional. Foto/istimewa
A A A
PAPUA - Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Merauke, Papua Selatan berpeluang mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia. Tidak hanya itu, kehadiran PSN tersebut juga memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Fathan Putra Mardela dalam Diskusi Publik “Dampak Sosial Film Pesta Babi terhadap Perlindungan dan Hak Masyarakat” yang diselenggarakan PD KAMMI Bogor di Camp Survivor, Kabupaten Bogor.

Menurut Fathan, selama beberapa dekade pembangunan nasional masih menghadapi tantangan ketimpangan antarwilayah. Karena itu, kehadiran PSN di Papua Selatan harus dipandang sebagai upaya negara menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa sekaligus membuka akses pembangunan yang lebih merata.

Baca juga: Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan

“Papua Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan baru Indonesia. Jika dikelola dengan baik, proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Fathan menilai pembangunan yang hadir melalui PSN juga berpotensi meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi tantangan utama di sejumlah daerah Papua. Kehadiran jalan, transportasi, jaringan logistik, hingga layanan dasar dinilai akan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan harus dilihat sebagai instrumen untuk membuka akses. Ketika akses terbuka, maka pendidikan menjadi lebih mudah dijangkau, layanan kesehatan meningkat, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan peluang ekonomi masyarakat ikut berkembang,” katanya.

Lihat video: Kunker Perdana, Prabowo Tinjau Lumbung Pangan Nasional di Merauke


Meski demikian, Fathan menegaskan pembangunan yang berkelanjutan harus memastikan masyarakat adat menjadi bagian utama dari proses dan manfaat pembangunan tersebut. Menurut Fathan, pelibatan masyarakat lokal, penghormatan terhadap hak ulayat, serta komunikasi publik yang terbuka akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program-program pembangunan pemerintah.

“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menyatukan kepentingan nasional dengan aspirasi masyarakat lokal. Ketika manfaat pembangunan dirasakan secara nyata oleh masyarakat, maka dukungan sosial akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Fathan juga mengajak publik untuk melihat berbagai dinamika yang berkembang di Papua secara lebih objektif dan proporsional. Menurutnya, pembangunan selalu menghadirkan tantangan yang harus dikelola, namun hal tersebut tidak boleh mengaburkan tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus optimistis bahwa Papua memiliki masa depan yang cerah. Yang diperlukan adalah penguatan tata kelola, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama agar pembangunan benar-benar menjadi sarana menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bagi masyarakat Papua,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved