Bungkil Kelapa Sulut Senilai Rp17,7 Miliar Berlayar ke India

Senin, 21 September 2020 - 13:57 WIB
loading...
Bungkil Kelapa Sulut...
Komoditas dikapalkan melalui pelabuhan milik PT. Cargill Indonesia menuju ke India setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dipastikan bebas dari hama hidup oleh Pejabat Karantina Pertanian Manado pada Sabtu (19/9/2020).foto/ist
A A A
MANADO - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi terhadap 6.300 ton bungkil kelapa milik PT. Cargill Indonesia. Dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST mencatat nilai ekonomi komoditas tersebut mencapai Rp17,7 miliar.

Komoditas dikapalkan melalui pelabuhan milik PT. Cargill Indonesia menuju ke India setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dipastikan bebas dari hama hidup oleh Pejabat Karantina Pertanian Manado pada Sabtu (19/9/2020). (Baca: 128 Ton Kelapa Parut Sulawesi Utara Berlayar ke Eropa)

“Saat ini kami mendorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas mentah ke luar negeri. Olah dahulu minimal menjadi barang setengah jadi agar komoditas pertanian tersebut memiliki nilai tambah,“ kata Kepala Balai Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan,Senin (21/9/2020).

Masih menurut Donni, pihaknya melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan terhadap limbah produk pertanian yang diminati pasar ekspor. "Pejabat Karantina Pertanian Manado memastikan persyaratan karantina negara tujuan sudah dipenuhi, bungkil kelapa merupakan limbah yang jadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Sebagai informasi, bungkil kelapa ini di negara tujuan akan digunakan sebagai bahan pakan campuran ternak. Bungkil Kelapa merupakan pakan ternak sumber protein selain bungkil kedelai, bungkil kelapa sawit maupun bungkil kacang tanah.

Kandungan protein yang cukup baik dan memiliki tingkat kesukaan yang ditunjukan oleh ternak (palatabilitas) yang baik menjadikan bungkil kelapa banyak diminati oleh para peternak sebagai pakan tambahan. Kandungan protein bungkil kelapa berkisar antara 20-22%. Bungkil kelapa sangat cocok sebagai pakan sapi perah dan dapat digunakan sampai 30% dalam ransum.

Komoditas ini merupakan produk samping asal kelapa yang masuk dalam 10 komoditas unggulan Kementerian Pertanian yang didorong secara khusus pada Gratieks, atau Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor. “Potensi ekspor kelapa maupun produk turunan sampai ke limbahnya dari Sulawesi Utara sangat besar, kita dorong bersama,”kata Ali Jamil selaku Kepala Badan Karantina Pertanian menambahkan.

Jamil menjelaskan bungkil kelapa sudah mengalami proses pengolahan, sehingga memiliki daya simpan yang lebih lama sehingga berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas tersebut sehingga dapat tembus pasar ekspor. (Baca: Karantina Pertanian Manado Dorong Produk Olahan Kelapa Sulut)

"Pemerintah juga telah membuat strategi agar pertumbuhan ekspor terus meningkat, di antaranya mendorong pertumbuhan eksportir baru, diversifikasi produk ekspor melalui dua cara yakni mendorong ekspor produk setengah jadi dan jadi (produk turunan) dan mendorong produk baru," tukas Jamil.

(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
PLN Icon Plus Dukung...
PLN Icon Plus Dukung Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado
PASPI: Pengembangan...
PASPI: Pengembangan SDM Kelapa Sawit Kunci Daya Saing Global
IPB Dorong Pemanfaatan...
IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Rekomendasi
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Nikahi Jennifer Coppen,...
Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Berikan Mahar 12 Gram Emas dan Uang 2.026 Euro
Berita Terkini
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved