GYPEM Sukses Gebrak Malang Edu Fest 2026 di Kampus ITN
Minggu, 24 Mei 2026 - 17:05 WIB
loading...
Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) mengelar perhelatan festival pendidikan akbar, Malang Edu Fest 2026 di Kampus ITN Malang pada 23-24 Mei 2026. Foto/Ist
A
A
A
MALANG - Dalam momentum memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), gerakan pendidikan nasional Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM) sukses menggebrak lewat perhelatan festival pendidikan akbar, Malang Edu Fest 2026. Berlangsung di Kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada 23-24 Mei 2026, agenda berskala nasional ini berhasil membeludak dan banjir antusiasme tinggi dari ribuan peserta lintas generasi di seluruh Indonesia.
Acara prestisius yang digagas oleh GYPEM ini berkolaborasi dengan ITN Malang, Ikatan Alumni (IKA) ITN Malang, serta Riset Juara. Menariknya, ledakan antusiasme massa dari jenjang SD, sekolah menengah, mahasiswa, hingga guru dan masyarakat umum ini berhasil diraih dalam waktu publikasi poster yang sangat singkat, yakni hanya dua minggu sejak resmi dirilis hingga babak penyisihan dimulai pada 9 Mei lalu.
Baca juga: Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Keberhasilan GYPEM dalam menggerakkan ribuan talenta muda secara kilat ini mendapat atensi luar biasa dan dukungan kuat dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat hadir langsung di lokasi acara. Orang nomor satu di Pemerintah Kota Malang tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GYPEM yang dinilai konsisten menciptakan wadah kompetitif yang masif dan sehat di era digital.
"Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Malang Edu Fest 2026 yang digelar dalam rangka momentum Hari Pendidikan Nasional ini membuktikan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong mampu melahirkan event pendidikan yang positif, inspiratif, dan membanggakan. Event ini harus menjadi wadah yang efektif untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," tegas Wahyu Hidayat.
Kemegahan acara ini juga semakin diperkuat dengan kehadiran Ketua Dewan Juri, Prof Bambang Hariyanto yang mengawal langsung jalannya penilaian secara ketat dan profesional demi menjaga kredibilitas tinggi kompetisi Hardiknas Olympiad Batch 4 serta Lomba Essay Naturaco Batch 2.
Baca juga: Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Sementara itu, Ahmad Qomaruddin selaku Founder GYPEM sekaligus CEO PT Digital Edu Indonesia mengungkapkan rasa bangga sekaligus harunya atas dedikasi luar biasa tim dan kepercayaan besar dari masyarakat.
"Menyelenggarakan event akbar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional adalah tanggung jawab moral kami. Bisa mengumpulkan antusiasme yang begitu masif hanya dalam waktu publikasi poster selama 2 minggu sejak rilis hingga babak penyisihan dimulai 9 Mei kemarin adalah sebuah keajaiban," katanya.
"Ini bukti nyata bahwa gairah pendidikan di Indonesia luar biasa tinggi. Kami juga sangat terhormat dan berterima kasih atas dukungan kuat dari Bapak Wali Kota Malang serta kehadiran Prof Bambang Hariyanto yang secara langsung menguatkan komitmen kami. Melalui GYPEM, kami berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem inklusif di mana generasi muda bisa terus berkembang secara akademis," ujar Ahmad Qomaruddin optimistis.
Festival pendidikan terbesar tahun ini resmi ditutup dengan prosesi penganugerahan medali dan penghargaan bagi para pemenang.
Suksesnya agenda ini semakin mempertegas posisi GYPEM di bawah kepemimpinan Ahmad Qomaruddin sebagai motor penggerak utama dalam memimpin transformasi gerakan pendidikan yang modern, digital, dan berdampak nyata bagi masa depan bangsa.
Acara prestisius yang digagas oleh GYPEM ini berkolaborasi dengan ITN Malang, Ikatan Alumni (IKA) ITN Malang, serta Riset Juara. Menariknya, ledakan antusiasme massa dari jenjang SD, sekolah menengah, mahasiswa, hingga guru dan masyarakat umum ini berhasil diraih dalam waktu publikasi poster yang sangat singkat, yakni hanya dua minggu sejak resmi dirilis hingga babak penyisihan dimulai pada 9 Mei lalu.
Baca juga: Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Keberhasilan GYPEM dalam menggerakkan ribuan talenta muda secara kilat ini mendapat atensi luar biasa dan dukungan kuat dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat hadir langsung di lokasi acara. Orang nomor satu di Pemerintah Kota Malang tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada GYPEM yang dinilai konsisten menciptakan wadah kompetitif yang masif dan sehat di era digital.
"Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Malang Edu Fest 2026 yang digelar dalam rangka momentum Hari Pendidikan Nasional ini membuktikan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong mampu melahirkan event pendidikan yang positif, inspiratif, dan membanggakan. Event ini harus menjadi wadah yang efektif untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," tegas Wahyu Hidayat.
Kemegahan acara ini juga semakin diperkuat dengan kehadiran Ketua Dewan Juri, Prof Bambang Hariyanto yang mengawal langsung jalannya penilaian secara ketat dan profesional demi menjaga kredibilitas tinggi kompetisi Hardiknas Olympiad Batch 4 serta Lomba Essay Naturaco Batch 2.
Baca juga: Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Sementara itu, Ahmad Qomaruddin selaku Founder GYPEM sekaligus CEO PT Digital Edu Indonesia mengungkapkan rasa bangga sekaligus harunya atas dedikasi luar biasa tim dan kepercayaan besar dari masyarakat.
"Menyelenggarakan event akbar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional adalah tanggung jawab moral kami. Bisa mengumpulkan antusiasme yang begitu masif hanya dalam waktu publikasi poster selama 2 minggu sejak rilis hingga babak penyisihan dimulai 9 Mei kemarin adalah sebuah keajaiban," katanya.
"Ini bukti nyata bahwa gairah pendidikan di Indonesia luar biasa tinggi. Kami juga sangat terhormat dan berterima kasih atas dukungan kuat dari Bapak Wali Kota Malang serta kehadiran Prof Bambang Hariyanto yang secara langsung menguatkan komitmen kami. Melalui GYPEM, kami berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem inklusif di mana generasi muda bisa terus berkembang secara akademis," ujar Ahmad Qomaruddin optimistis.
Festival pendidikan terbesar tahun ini resmi ditutup dengan prosesi penganugerahan medali dan penghargaan bagi para pemenang.
Suksesnya agenda ini semakin mempertegas posisi GYPEM di bawah kepemimpinan Ahmad Qomaruddin sebagai motor penggerak utama dalam memimpin transformasi gerakan pendidikan yang modern, digital, dan berdampak nyata bagi masa depan bangsa.
(shf)
Lihat Juga :