Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Senin, 25 Mei 2026 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan implementasi ESG yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada dampak lingkungan, tetapi juga mendorong dampak sosial melalui keterlibatan aktif komunitas lokal, pemuda, dan pelaku UMKM di Kaltim. Kami percaya keberlanjutan akan menjadi lebih kuat ketika dibangun bersama masyarakat melalui semangat gotong royong dan aksi kolektif,” ujar Aie Natasha selaku Koordinator Konsorsium Gerbangtara dan CEO Enable Project, belum lama ini.
Rangkaian program ini memasuki aksi penanaman kedua di Balikpapan pada 23 Mei 2026 melalui kolaborasi bersama Komunitas Boemi Borneo dan IYD Local Chapter Kalimantan Timur sebagai mitra lokal.
Program ini turut melibatkan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai mitra strategis dan lokasi penanaman, serta didukung oleh Pertamina Patra Niaga dalam mendukung komitmen penanaman pohon secara bertahap dan berkelanjutan.
Co-Founder Boemi Borneo sekaligus Chair Indonesian Youth Diplomacy Local Chapter Kalimantan Timur Farah Faye menuturkan program ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam aksi lingkungan berbasis kolaborasi.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada penanaman pohon saja, tetapi juga menghadirkan dampak yang terukur melalui monitoring dan penyusunan impact report selama satu tahun ke depan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ITK melalui UKM Society of Renewable Energy (SRE) turut dilibatkan sebagai bagian dari aksi kolaboratif dan pembelajaran keberlanjutan bagi generasi muda,” ungkap Farah.
Rangkaian program ini memasuki aksi penanaman kedua di Balikpapan pada 23 Mei 2026 melalui kolaborasi bersama Komunitas Boemi Borneo dan IYD Local Chapter Kalimantan Timur sebagai mitra lokal.
Program ini turut melibatkan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai mitra strategis dan lokasi penanaman, serta didukung oleh Pertamina Patra Niaga dalam mendukung komitmen penanaman pohon secara bertahap dan berkelanjutan.
Co-Founder Boemi Borneo sekaligus Chair Indonesian Youth Diplomacy Local Chapter Kalimantan Timur Farah Faye menuturkan program ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam aksi lingkungan berbasis kolaborasi.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada penanaman pohon saja, tetapi juga menghadirkan dampak yang terukur melalui monitoring dan penyusunan impact report selama satu tahun ke depan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ITK melalui UKM Society of Renewable Energy (SRE) turut dilibatkan sebagai bagian dari aksi kolaboratif dan pembelajaran keberlanjutan bagi generasi muda,” ungkap Farah.
Lihat Juga :