BPDP Gelar Workshop Roemah Kreasi-Nyokelat di Roemah, Dorong UMKM Kakao Naik Kelas

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:00 WIB
loading...
BPDP Gelar Workshop...
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar workshop Roemah Kreasi -Nyokelat di Roemah yang digelar di Roemah UMKM BPDP @SMESCO Indonesia, Jakarta, belum lama ini. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan terus memperkuat promosi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis kakao. Caranya melalui Workshop Roemah Kreasi -Nyokelat di Roemah yang digelar di Roemah UMKM BPDP @SMESCO Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Kegiatan yang mengusung konsep edukatif dan interaktif tersebut menghadirkan pelaku usaha cokelat lokal Cokelatin Signature melalui sesi story sharing, chocolate tasting, hingga praktik langsung pembuatan minuman cokelat berbasis kakao Indonesia.

Baca juga: PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan mandat BPDP sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan. Dalam regulasi tersebut, dana perkebunan digunakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, promosi perkebunan, peremajaan perkebunan, serta sarana dan prasarana perkebunan.

Sejalan dengan hal tersebut, BPDP terus mendorong penguatan komoditas perkebunan, tidak hanya kelapa sawit tetapi juga kakao dan kelapa yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri hilir berbasis perkebunan. Salah satunya melalui kegiatan promosi dan edukasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan, BPDP tidak hanya fokus pada pengelolaan dana perkebunan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM.

“Putra-putri Bapak Ibu yang sudah lulus SMA punya kesempatan kuliah melalui program beasiswa sawit. Semua biaya ditanggung, termasuk uang saku bulanan,” ujarnya.

Penerima beasiswa bukan hanya dari keluarga pemilik kebun sawit, tetapi juga dapat berasal dari keluarga pekerja di sektor sawit seperti sopir perusahaan maupun profesi lain yang berkaitan dengan industri sawit.

Selain program beasiswa, BPDP juga terus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru.

Workshop Roemah Kreasi-Nyokelat di Roemah dirancang sebagai sarana edukasi publik untuk memperkenalkan proses hilirisasi kakao melalui pengalaman langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai sejarah dan potensi kakao Indonesia, tetapi juga mempraktikkan langsung pengolahan minuman cokelat berbasis kakao.

Co-Founder Cokelatin Signature Nugroho Surosoputra menjelaskan bisnis yang dijalankannya berangkat dari ketertarikan terhadap potensi besar kakao Indonesia. “Kami benar-benar jatuh cinta dengan cokelat Indonesia dan kakao Indonesia. Awalnya kami fokus membuat produk, lalu berkembang mempelajari kakao dari hulunya,” katanya.

Indonesia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun demikian, citra cokelat premium selama ini justru lebih melekat pada negara-negara Eropa yang tidak memiliki produksi kakao sebesar Indonesia. “Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal, Swiss tidak punya banyak tanaman kakao,” katanya.

Dalam sesi edukasi, Nugroho mengatakan, sejarah kakao yang berasal dari tanaman Theobroma cacao yang berarti Food of God atau makanan para dewa. Dia juga memaparkan perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat, serta memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario.

Menurut dia, varietas criollo atau dikenal sebagai Java Criollo merupakan kakao premium dengan kualitas tinggi dan jumlah yang sangat terbatas. “Criollo ini paling aromatik, paling wangi, dan kualitasnya paling tinggi,” jelasnya.

Nugroho menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan fine flavor cocoa melalui pengolahan pascapanen yang baik, terutama fermentasi dan pengeringan.

Selain sesi edukasi, peserta workshop juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan minuman berbasis kakao Indonesia bersama Founder Cokelatin Signature Irena Surosoputra dan Shana yang memiliki keahlian di bidang mixology.

Dua menu minuman yang diperkenalkan dalam workshop tersebut yakni Earl Grey Criollo Chocolate, Pistachio Criollo Chocolate, dan Granola. Pada menu pertama, peserta diperkenalkan pada kombinasi teh Earl Grey dengan cokelat criollo yang memiliki karakter rasa kuat.

“Perpaduannya menenangkan, karena ada rasa cokelat dan teh sekaligus. Bisa jadi menu menarik untuk usaha minuman,” ujar Shana.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tampak aktif bertanya, saling menunjukkan hasil kreasi minuman, hingga mendokumentasikan hasil karya mereka untuk diunggah ke media sosial.

Dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan pada teknik penyajian dan plating minuman yang menjadi salah satu nilai tambah dalam industri makanan dan minuman. “Es batu penuh itu penting supaya layer minumannya bisa terbentuk,” katanya.

Dia juga menjelaskan detail penyajian menjadi salah satu alasan mengapa minuman di kafe dan hotel memiliki nilai jual lebih tinggi. “Karena memang butuh teknik khusus dan detail dalam penyajiannya,” ucapnya.

Selain praktik pengolahan kakao, workshop tersebut juga memperkenalkan penggunaan non-dairy creamer berbahan sawit sebagai bagian dari inovasi produk minuman berbasis perkebunan. Peserta mempraktikkan penggunaan creamer sawit dalam proses pembuatan minuman cokelat untuk menghasilkan tekstur minuman yang creamy dan seimbang.

Irena mengaku tertarik dengan penggunaan creamer sawit yang diperkenalkan dalam workshop tersebut karena dinilai memiliki rasa yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam industri makanan dan minuman.

Melalui kegiatan Roemah Kreasi-Nyokelat di Roemah, BPDP berharap masyarakat semakin memahami potensi komoditas kakao Indonesia, mengenal produk UMKM berbasis perkebunan, serta terus termotivasi untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan nasional.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Rekomendasi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved