PKM di Meruya, UMB Dorong Kompetensi Guru SMK
Senin, 18 Mei 2026 - 16:56 WIB
loading...
Tim dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kampus Meruya, Jakarta Barat, Sabtu, 16 Mei 2026. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, kompetensi guru dinilai menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas lulusan pendidikan vokasi. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi juga dituntut mampu memahami perkembangan praktik industri, teknologi, serta kebutuhan sertifikasi profesi yang terus berkembang.
Karena itu, tim dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana (UMB) bersama mahasiswa S1 Akuntansi merancang pelatihan berbasis workshop dan studi kasus agar para guru memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif. Pendekatan ini memungkinkan peserta menghubungkan teori akuntansi dengan praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Baca juga: Pemerintah Gagal, Sertifikasi Belum Tuntas, Kompetensi Guru Dipertanyakan
Langkah ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru vokasi guna mencetak lulusan SMK yang siap menghadapi kebutuhan industri dan sertifikasi profesi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung di Kampus Meruya, Jakarta Barat, Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru-Guru SMK untuk Menunjang Manajemen Bisnis dan Kesiapan Sertifikasi Profesi pada MGMP Bidang Akuntansi Kota Tangerang” itu diikuti sekitar 60 guru akuntansi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akuntansi Kota Tangerang.
Program tersebut menjadi bagian dari skema kerja sama dalam negeri dan mandiri tahun 2025–2026 yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB.
Akademisi Universiti Sains Malaysia Abdul Hadi Zulkafi hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Ketua MGMP Akuntansi Kota Tangerang Yanti Ariani, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Riset Teknologi UMB Erna Setiany, serta Ketua LPPM UMB Dafit Feriyanto turut memberikan sambutan.
Materi pelatihan meliputi akuntansi keuangan berbasis SAK EMKM, dasar-dasar audit, dan analisis laporan keuangan. Pemahaman mengenai SAK EMKM diberikan agar guru mampu mengajarkan penyusunan laporan keuangan sederhana yang sesuai dengan praktik UMKM.
Sementara, materi audit dan analisis laporan keuangan diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pengawasan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.
Melalui peningkatan kompetensi tersebut, guru diharapkan dapat mentransformasikan materi pembelajaran menjadi lebih kontekstual, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, siswa SMK tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan profesional untuk memasuki dunia kerja maupun mengikuti sertifikasi profesi.
UMB menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas guru diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Karena itu, tim dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana (UMB) bersama mahasiswa S1 Akuntansi merancang pelatihan berbasis workshop dan studi kasus agar para guru memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif. Pendekatan ini memungkinkan peserta menghubungkan teori akuntansi dengan praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Baca juga: Pemerintah Gagal, Sertifikasi Belum Tuntas, Kompetensi Guru Dipertanyakan
Langkah ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru vokasi guna mencetak lulusan SMK yang siap menghadapi kebutuhan industri dan sertifikasi profesi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung di Kampus Meruya, Jakarta Barat, Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru-Guru SMK untuk Menunjang Manajemen Bisnis dan Kesiapan Sertifikasi Profesi pada MGMP Bidang Akuntansi Kota Tangerang” itu diikuti sekitar 60 guru akuntansi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akuntansi Kota Tangerang.
Program tersebut menjadi bagian dari skema kerja sama dalam negeri dan mandiri tahun 2025–2026 yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMB.
Akademisi Universiti Sains Malaysia Abdul Hadi Zulkafi hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Ketua MGMP Akuntansi Kota Tangerang Yanti Ariani, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Riset Teknologi UMB Erna Setiany, serta Ketua LPPM UMB Dafit Feriyanto turut memberikan sambutan.
Materi pelatihan meliputi akuntansi keuangan berbasis SAK EMKM, dasar-dasar audit, dan analisis laporan keuangan. Pemahaman mengenai SAK EMKM diberikan agar guru mampu mengajarkan penyusunan laporan keuangan sederhana yang sesuai dengan praktik UMKM.
Sementara, materi audit dan analisis laporan keuangan diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pengawasan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.
Melalui peningkatan kompetensi tersebut, guru diharapkan dapat mentransformasikan materi pembelajaran menjadi lebih kontekstual, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, siswa SMK tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan profesional untuk memasuki dunia kerja maupun mengikuti sertifikasi profesi.
UMB menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas guru diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :