Peringatan Dini Badai Monsun dari Thailand hingga Malaysia, Begini Penjelasan BMKG

Senin, 18 Mei 2026 - 06:46 WIB
loading...
Peringatan Dini Badai...
BMKG menjelasan mengenai peringatan dini badai Monsun di Teluk Benggala yang dikeluarkan oleh sejumlah negara yakni Thailand, India, Myanmar, hingga Malaysia. Foto/India Meteorological Department
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan resmi mengenai peringatan dini badai Monsun di Teluk Benggala yang dikeluarkan oleh sejumlah negara yakni Thailand, India, Myanmar, hingga Malaysia. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengungkapkan bahwa isu terkait fenomena badai Monsun di Teluk Benggala telah berkembang sejak 15 Mei 2026.

Dia memastikan bahwa BMKG pun telah memantau intensif perkembangan dinamika atmosfer di Teluk Benggala.

Baca juga: Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia

"Terkait informasi yang beredar mengenai peringatan dini Badai Monsun di wilayah Teluk Benggala yang dikeluarkan oleh Thailand, India, Myanmar, dan Malaysia, BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan dinamika atmosfer tersebut, termasuk potensi pengaruhnya terhadap wilayah Indonesia. Isu terkait fenomena tersebut mulai banyak berkembang sejak 15 Mei 2026," ujar Andri saat dihubungi SindoNews, dikutip Senin (18/5/2026).



Andri menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis terkini, fenomena atmosfer yang berkembang di Teluk Benggala berada relatif jauh dari wilayah Indonesia. "Sehingga hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Andi mengatakan bahwa kondisi cuaca di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh masih aktifnya beberapa dinamika atmosfer. Salah satu faktor dominan adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini terpantau di sebagian besar wilayah Indonesia dan berkontribusi meningkatkan pembentukan awan hujan.

Baca juga: Seminggu ke Depan Bakal Hujan Lebat, BMKG: Monsun Asia Menguat

"Selain itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga teridentifikasi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif di kawasan tersebut," kata Andri.

Di sisi lain, Andri mengungkapkan bahwa Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat masih berpengaruh di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang turut meningkatkan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut.

"Kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut menyebabkan peningkatan suplai uap air dan kondisi atmosfer yang lebih mendukung terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia," katanya.

Dalam sepekan ke depan, Andri mengatakan bahwa kondisi cuaca di Indonesia secara umum masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Meski demikian, Andri meminta masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap mengacu pada informasi cuaca yang valid dan resmi dari BMKG. Informasi terkini dapat diakses melalui web dan aplikasi InfoBMKG, media sosial @infoBMKG, serta layanan call center 196," imbaunya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Hujan Tak Surutkan Antusiasme...
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Sambut Prabowo di Bandung
Rekomendasi
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Berita Terkini
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved