Iklim Investasi Kota Bontang Kian Bergairah, UMK Dominasi Penerbitan NIB di Awal 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 17:00 WIB
loading...
Iklim Investasi Kota...
Di Kota Bontang, tercatat iklim investasi bagi para investor di awal tahun 2026 menunjukkan data signifikan. Transformasi ekonomi dan kemudahan perizinan yang digalakkan pemda mulai membuahkan hasil manis. Foto: Ist
A A A
BONTANG - Di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat iklim investasi bagi para investor di awal tahun 2026 menunjukkan data signifikan. Transformasi ekonomi dan kemudahan perizinan yang digalakkan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil manis.

Berdasarkan data terbaru dari dasbor Online Single Submission (OSS), tercatat 657 Nomor Induk Berusaha (NIB) baru telah diterbitkan dalam periode 1 Januari hingga 30 April 2026. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi di Kota Bontang tetap bergairah, khususnya sektor riil.

Hal yang menarik dari data perizinan kali ini adalah dominasi luar biasa dari sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang mencapai 99,7 persen dari total perizinan.

Baca juga: Selain Kota Industri, Bontang Kukuhkan Destinasi Investasi dan Ekonomi Kreatif

“Fenomena ini menunjukkan adanya demokratisasi ekonomi di tengah masyarakat Bontang,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur.

Masyarakat kini tidak lagi hanya bergantung pada industri berat skala besar. Namun, aktif menciptakan lapangan kerja mandiri melalui sektor jasa, kuliner, hingga perdagangan kreatif. Sementara, sektor non-UMK tetap hadir memperkuat fondasi industri dengan porsi 0,3 persen.

Aspian Nur mengatakan, lonjakan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menunjukkan kepercayaan publik terhadap iklim investasi di Bontang berada di level tertinggi. “Kami telah memangkas sekat birokrasi melalui sistem OSS agar pelaku usaha merasa aman dan nyaman. Kami adalah rumah yang siap menyambut investor dengan karpet merah," ujarnya.

Pemerintah Kota Bontang kini menerapkan sistem perizinan berbasis risiko untuk memberikan kepastian hukum dan efisiensi birokrasi.

Berikut adalah rincian profil proyek yang masuk di awal 2026:
- Risiko Rendah: 63,2 persen (Pelaku usaha bisa langsung beroperasi setelah NIB terbit)
- Risiko Menengah Rendah: 20,7 persen
- Risiko Menengah Tinggi: 12,5 persen
- Risiko Tinggi: 3,7 persen (Tetap menarik bagi industri strategis dengan pengawasan ketat)

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih memegang kendali utama dengan angka fantastis 99,7 persen. Buktinya pengusaha lokal melihat Bontang sebagai ladang subur untuk mengintegrasikan bisnis mereka dengan industri manufaktur yang sudah mapan.

Sisanya, sebesar 0,3 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Dengan posisi geografis yang strategis sebagai kota pelabuhan dan gerbang logistik di wilayah tengah Indonesia, Bontang diprediksi akan terus mengalami gelombang investasi hingga akhir tahun.

“Apalagi pemerintah daerah berencana meluncurkan program insentif pajak dan kemudahan modal bagi pemilik NIB baru,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Rekomendasi
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Berita Terkini
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved