Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa

Senin, 11 Mei 2026 - 07:24 WIB
loading...
Kisah Pasukan Legiun...
Legiun Mangkunegaran merupakan pasukan militer modern dari Puro Mangkunegaran, Surakarta (Solo), Jawa Tengah yang dibentuk sebelum republik ini lahir. Foto/Dok. puromangkunegaran.com
A A A
LEGIUN Mangkunegaran merupakan pasukan militer modern dari Puro Mangkunegaran, Surakarta (Solo), Jawa Tengah yang dibentuk sebelum republik ini lahir. Hebatnya pasukan ini kemampuannya setara dengan militer modern Eropa.

Legiun Mangkunegaran merupakan pasukan Praja Mangkunegaran di Surakarta, yang pembentukannya mirip dengan tentara Perancis, Grand Armee. Pada masanya, Grand Armee merupakan pasukan bersenjata paling digdaya di dunia.

Dalam perkembangannya, sejak dibentuk pada 1808, Legiun Mangkunegaran juga mampu menjelma menjadi kekuatan pasukan militer paling modern di Asia. Legiun Mangkunegaran merupakan pembaruan radikal di bidang militer.

Dalam bukunya yang berjudul "Legiun Mangkunegaran (1808-1942)", Iwan Santosa menyebutkan bahwa pembentukan Legiun Mangkunegaran dilakukan atas perintah Kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte. Yakni saat Perancis menguasai Hindia Belanda.

Dilansir dari puromangkunegaran.com, Legiun Mangkunegaran terbagi dalam tiga kecabangan yang hingga kini masih digunakan oleh pasukan militer di berbagai negara di dunia, yakni infanteri, kavaleri, dan artileri.

Salah satu bukti kejayaan Legiun Mangkunegaran, hingga kini masih bisa disaksikan dari bangunan markas kavaleri-artileri yang berada di sebelah timur Puro Mangkunegaran.

Pembentukan Legiun Mangkunegaran tidak dapat dilepaskan dari tradisi kemiliteran yang diletakkan oleh Pangeran Sambernyawa atau KGPAA Mangkunegara I.

Jauh sebelum Legiun Mangkunegaran terbentuk, ternyata sudah ada cikal bakal pasukan tempur mematikan, yakni, pasukan gerilya yang berjuang selama belasan tahun bersama Pangeran Sambernyawa.

Pasukan gerilya tersebut, akhirnya dibentuk menjadi Praja Mangkunegaran, saat Pangeran Sambernyowo berkuasa pada tahun 1757. Pada saat pembentukan Praja Mangkunegaran, sebanyak 12 kesatuan yang berpengalaman bergerilya tetap dipertahankan. Kekuatan pasukan ditambah dengan 22 unit infanteri, kavaleri dan artileri yang masing-masing terdiri dari 44 orang.

Wafatnya Mangkunegara I, ternyata tidak menyurutkan keberadaan Praja Mangkunegaran. Bahkan, satuan militer tersebut justru semakin dikembangkan di masa Mangkunegara II, yakni dengan pembentukan Legiun Mangkunegaran, pada tahun 1808.

Mangkunegara II memiliki visi yang sangat kuat dalam pembentukan pasukan elite tempur tersebut. Selain mengadopsi Grande Armee, pembentukan Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi Legionnaire atau Legiun, sebuah organisasi militer Perancis, yang berarti pasukan bala tentara.

Sebagai pasukan elite tempur modern, Legiun Mangkunegaran juga mengadopsi militer Perancis secara fisik, persenjataan, taktik, dan organisasi.

Meski tidak menyukai Belanda, Mangkunegara II tetap menggunakan perwira-perwira militer Belanda, Perancis, dan Inggris untuk melatih Legiun Mangkunegaran secara profesional. Hal ini dilakukan, demi pembangunan militer yang kuat.

Selama pembentukannya, Legiun Mangkunegaran mendapatkan beragam pelatihan kemiliteran di Soldat Sekul. Anggota pasukan elite tempur tersebut, dilatih mahir menggunakan berbagai senjata, yakni keris, pedang, tombak, sumpit, panah, senjata api, hingga meriam sebagai senjata artileri.

Tak hanya itu, prajurit yang tergabung dalam Legiun Mangkunegaran juga mendapatkan pelatihan untuk pergerekan pasukan dengan mobilitas tinggi menggunakan kuda, baik untuk pasukan infanteri, kavaleri, maupun artileri. Mereka juga dilantih menghadapi pertempuran dalam jangka panjang, serta menghadapi perang gerilya.

Pada masa awal pembentukannya, Legiun Mangkunegaran berkekuatan sebanyak 1.150. Jumlah tersebut terbagi dalam 800 prajurit infanteri (Fusilier), 100 prajurit penyerbu (Jagers), 200 prajurit kavaleri (berkuda), dan 50 prajurit rijdende artileri (meriam).

Selama bertugas, prajurit Legiun Mangkunegaran dipersenjatai berbagai jenis senjata modern dan senjata khas prajurit Jawa. Yakni terdiri dari keris, pedang, tombak, panah, pistol, senapan, serta meriam.

Dalam struktur organisasinya, Legiun Mangkunegara memiliki dua perwira senior berpangkat mayor, empat letnan ajudan, sembilan kapitein, delapan letnan tua, delapan letnan muda, 32 sersan, 62 kopral, flankier 900 orang, dragonder (dragoon) 200 orang, dan steffel 50 orang.

Sebagai pasukan elite tempur, para prajurit Legiun Mangkunegaran juga mengenakan seragam khusus. Bagi para bintara, dan prajurit mengenakan seragam topi syako dan jas hitam pendek. Sedangkan untuk perwira, mengenakan topi syako, jas hitam, dan celana putih.

Hebatnya lagi, Legiun Mangkunegaran ternyata tidak hanya beranggotan kaum pria saja. Pasukan tempur ini, juga memiliki pasukan bersenjata yang terlatih dari kaum perempuan. Keahlian pasukan perempuan ini, tak sekedar bertempur dan menggunakan senjata, mereka juga mampu bernyanyi dan memainkan alat musik. Keberadaan pasukan perempuan ini, juga digunakan untuk menyambut para tamu kehormatan.

Legiun Mangkunegaran terlibat dalam banyak pertempuran hebat yang turut menentukan perjalanan sejarah negeri ini. Saat pecah Perang Diponegoro, tahun 1825-1830, Legiun Mangkunegaran bertugas menjaga Yogyakarta dan Surakarta dari serangan pasukan Pangeran Diponegoro. Pasukan ini juga yang akhirnya menghancurkan benteng terakhir Pangeran Diponegoro.

Saat pecah pertempuran di Jatingaleh, Semarang, pada tahun 1811, Legiun Mangkunegaran juga menjadi bagian dari pasukan yang dipimpin Gubernur Jenderal Janssens. Legiun Mangkunegaran, juga terlibat pada perang Aceh tahun 1873, menumpas bajak laut di Bangka, pada tahun 1919-1920.

Bahkan, saat pecah perang dunia kedua, Legiun Mangkunegaran masih terlibat dalam pertempuran sengit untuk mempertahankan Jawa dari serangan Jepang, pada tahun 1942. Disebutkan Legiun Mangkunegaran mampu bertahan sampai masa kekuasaan Mangkunegara VII.

Pasukan elite yang mampu bertahan lebih dari satu abad, dan memiliki pengalaman tempur yang luar biasa tersebut, mampu memadukan budaya Jawa dan Eropa. Tak hanya dari seragam militernya yang menggabungkan gaya militer Perancis dan Jawa. Pasukan ini juga memadukan senjata modern dan tradisional, serta memiliki strategi perang ala Eropa yang dipadukan dengan strategi perang Pangeran Sambernyawa.

Hingga kini, tradisi pasukan Legiun Mataram yang pernah disegani oleh militer di dunia tersebut, masih banyak diadopsi pasukan-pasukan tempur di TNI. Semangat nasionalisme, kepatuhan kepada pemimpin, serta mengutamakan tugas dan kesetiaan sesama anggota, menjadi nilai-nilai yang masih terus dikembangkan dalam tubuh pasukan tempur di zaman modern ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Makna Filosofi Legiun...
Makna Filosofi Legiun Mangkunegaran dalam Jamuan Royal Dinner 2026
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Rekomendasi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved