Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Sabtu, 09 Mei 2026 - 19:30 WIB
loading...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan saat diskusi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta, Jumat (8/5/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Menjaga pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta dan Bank Indonesia perwakilan Jakarta berkolaborasi mendorong industri film sebagai pertumbuhan ekonomi baru. Komitmen itu ditegaskan saat silaturahmi dan diskusi antara jajaran Pemprov DKI Jakarta dengan Bank Indonesia di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan menuturkan penguatan industri kreatif, termasuk subsektor perfilman memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, otoritas, komunitas, pelaku industri, dan generasi muda.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dan mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai Kota Sinema dan Kota Global yang berdaya saing," ujar Iwan.
Dia optimistis industri perfilman tidak hanya memiliki nilai budaya dan kreativitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan urban tourism, serta penggerak sektor-sektor ekonomi lainnya.
Sebagai catatan, pada 2025 jumlah penonton film di Indonesia kembali memecahkan rekor dengan mencapai 80 juta mengalahkan tahun sebelumnya sebesar 60-82 juta penonton. Jumlah ini selaras dengan pendapatan Cinema XXI yang tembus Rp1,1 triliun pada kuartal pertama 2026.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi dukungan aktif dan kolaborasi erat Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta dalam pengembangan industri kreatif di Jakarta, khususnya industri perfilman.
Menurut dia, sinergi yang terjalin selama ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem perfilman yang semakin kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber-sumber ekonomi baru yang mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global,” ujar Rano.
Ketua Yayasan Ruang Sinema Jakarta Ade Maulana Sidik menyampaikan progrespenyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 yang mendapat animo tinggi dari generasi muda.
Sebagai penyelenggaraan JYFF 2026, festival film pendek yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing, dengan mengusung tema Jakarta Kota Kita.
Hingga akhir April 2026, jumlah pendaftar Lensa Kompetisi Pelajar dan Mahasiswa telah mencapai 178 film, sementara pendaftar Jakarta Film Fund telah mencapai 64 proposal film pendek.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan menuturkan penguatan industri kreatif, termasuk subsektor perfilman memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, otoritas, komunitas, pelaku industri, dan generasi muda.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dan mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai Kota Sinema dan Kota Global yang berdaya saing," ujar Iwan.
Dia optimistis industri perfilman tidak hanya memiliki nilai budaya dan kreativitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan urban tourism, serta penggerak sektor-sektor ekonomi lainnya.
Sebagai catatan, pada 2025 jumlah penonton film di Indonesia kembali memecahkan rekor dengan mencapai 80 juta mengalahkan tahun sebelumnya sebesar 60-82 juta penonton. Jumlah ini selaras dengan pendapatan Cinema XXI yang tembus Rp1,1 triliun pada kuartal pertama 2026.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi dukungan aktif dan kolaborasi erat Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta dalam pengembangan industri kreatif di Jakarta, khususnya industri perfilman.
Menurut dia, sinergi yang terjalin selama ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem perfilman yang semakin kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber-sumber ekonomi baru yang mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global,” ujar Rano.
Ketua Yayasan Ruang Sinema Jakarta Ade Maulana Sidik menyampaikan progrespenyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 yang mendapat animo tinggi dari generasi muda.
Sebagai penyelenggaraan JYFF 2026, festival film pendek yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing, dengan mengusung tema Jakarta Kota Kita.
Hingga akhir April 2026, jumlah pendaftar Lensa Kompetisi Pelajar dan Mahasiswa telah mencapai 178 film, sementara pendaftar Jakarta Film Fund telah mencapai 64 proposal film pendek.
(jon)
Lihat Juga :