Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru

Kamis, 07 Mei 2026 - 13:29 WIB
loading...
Kota Bontang Buktikan...
Kinerja investasi di Kota Bontang sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Berdasarkan data resmi DPMPTSP Kota Bontang, realisasi investasi berhasil mencapai Rp3,08 triliun. Foto: Ist
A A A
BONTANG - Kinerja investasi di Kota Bontang sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Berdasarkan data resmi DPMPTSP Kota Bontang, realisasi investasi berhasil mencapai Rp3,08 triliun.

Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun atau mencapai 123,23 persen. Capaian ini juga mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,66 persen dibandingkan realisasi investasi tahun 2024.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan, capaian ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Bontang. “Realisasi investasi tahun 2025 yang melampaui target ini menunjukkan bahwa Kota Bontang semakin dipercaya oleh investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini adalah hasil kerja bersama dalam menciptakan kemudahan berusaha dan kepastian layanan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Dari total realisasi tersebut, investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai sebesar Rp3,026 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai Rp54,11 miliar.

Jika dilihat dari sisi kontribusi, PMDN menjadi tulang punggung utama pertumbuhan investasi di Bontang, meskipun PMA tetap memberikan peran strategis dalam pengembangan sektor tertentu.

Capaian investasi ini bersumber dari 323 proyek yang direalisasikan oleh 81 pelaku usaha non-UMKM. “Hal ini menunjukkan aktivitas investasi yang cukup dinamis serta adanya keberlanjutan proyek-proyek strategis di daerah,” ucapnya.

Namun demikian, tingkat kepatuhan pelaporan kegiatan penanaman modal tahun 2025 tercatat sebesar 43,69 persen. Melihat ini, tentu akhirnya menjadi salah satu fokus evaluasi pemerintah untuk terus ditingkatkan ke depannya.

Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), terdapat dua sektor utama yang mendominasi realisasi investasi tahun 2025, yaitu perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

Kedua sektor ini menjadi indikator bahwa Bontang tidak hanya berkembang sebagai kota industri, tetapi juga mulai menunjukkan daya tarik pada sektor jasa dan hospitality.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), struktur investasi didominasi oleh sektor industri pengolahan, khususnya Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi (85,96 persen). Disusul sektor perdagangan dan reparasi (5,18 persen), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin (3,16 persen), usaha jasa lainnya (2,32 persen), hotel dan restoran (1,12 persen).

Dari sisi wilayah, distribusi investasi di Bontang masih belum merata, mayoritas realisasi investasi terkonsentrasi:
- Bontang Utara, Rp1,17 triliun (98,94 persen)
- Bontang Barat, Rp9,36 miliar (0,79 persen)
- Bontang Selatan, Rp3,20 miliar (0,27 persen)

Aspian Nur menyatakan pihaknya terus mendorong pemerataan investasi ke seluruh wilayah. Didukung oleh potensi sektor industri, jasa, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Bontang dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah tujuan investasi unggulan di Kaltim.

Menurut dia, penguatan pengawasan dan peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan LKPM menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data investasi daerah. Dengan capaian yang melampaui target dan struktur investasi yang semakin kuat, Pemerintah Kota Bontang optimistis tren positif ini terus berlanjut.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rekomendasi
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Infografis
Siap Hadapi Perang Baru...
Siap Hadapi Perang Baru dengan Israel, Iran Pamer Kota Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved