Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Bus Bermasalah mulai Radiator Kering hingga Oli Berceceran
Rabu, 06 Mei 2026 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
Meski berhasil lolos dari maut, ketiganya mengalami luka bakar serius. Ngadiono menderita luka bakar di bagian wajah dan tangan, sementara sang istri bersama M Tahrul Hubaidi harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU akibat kondisi kritis.
Di balik peristiwa nahas itu, tersimpan firasat buruk yang sempat dirasakan Ngadiono sebelum keberangkatan. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, dia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan.
“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” tuturnya.
Keterbatasan biaya membuat dia dan istrinya tak punya pilihan lain. Tiket yang sudah dibeli tak bias dikembalikan, sementara uang untuk membeli tiket baru sudah tidak ada.
Sepanjang perjalanan kekhawatiran itu kian menjadi nyata. Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan. Radiator sempat kering, bahkan oli kendaraan berceceran. Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu datang tanpa peringatan.
“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik bus sudah terbakar,” ucapnya.
Di balik peristiwa nahas itu, tersimpan firasat buruk yang sempat dirasakan Ngadiono sebelum keberangkatan. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, dia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan.
“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” tuturnya.
Keterbatasan biaya membuat dia dan istrinya tak punya pilihan lain. Tiket yang sudah dibeli tak bias dikembalikan, sementara uang untuk membeli tiket baru sudah tidak ada.
Sepanjang perjalanan kekhawatiran itu kian menjadi nyata. Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan. Radiator sempat kering, bahkan oli kendaraan berceceran. Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu datang tanpa peringatan.
“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik bus sudah terbakar,” ucapnya.
Lihat Juga :