Ada Gangguan Atmosfer, BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Jawa-Nusa Tenggara 1-7 Mei 2026

Sabtu, 02 Mei 2026 - 07:09 WIB
loading...
Ada Gangguan Atmosfer,...
Hujan deras. Foto: Dok SindoNews/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat pada periode 1-7 Mei 2026. Hal ini diakibatkan adanya gangguan fenomena atmosfer global yang aktif di Jawa hingga Nusa Tenggara.

BMKG memprakirakan Monsun Australia diprakirakan menguat dalam beberapa hari ke depan, ditandai dengan pola angin zonal yang semakin didominasi oleh angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. “Kondisi ini berperan dalam membawa massa udara yang relatif kering dari wilayah Australia menuju Indonesia, sekaligus menjadi indikasi bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Sabtu (2/5/2026).

BMKG mengatakan bahwa pola peralihan musim ini terlihat dari perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari. Pada pagi hingga siang hari, radiasi matahari yang intens menyebabkan proses konveksi yang tinggi, yang kemudian memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari.

Baca juga: Ujian Integritas Kejaksaan dalam Kasus Dokter Tifa dan Roy Suryo



“Hujan yang terjadi biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi yang singkat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang,” ungkapnya.

Selain itu, BMKG membeberkan bahwa kombinasi radiasi matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup dapat menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti dengan kondisi hujan yang signfikan pada sore hingga malam hari.

Meskipun sejumlah daerah sudah mulai beralih menuju musim kemarau, BMKG mengatakan potensi hujan masih dapat terjadi dalam sepekan ke depan karena pengaruh dinamika atmosfer yang terpantau aktif.

Saat ini, Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di fase 2 (Indian Ocean) dan diprediksi melewati sebagian wilayah Aceh, Sumatera Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, serta sebagian besar Pulau Jawa dan Laut Jawa.

Kemudian, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Pulau Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur, serta Laut Jawa dan Laut Flores. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi akan aktif di sebagian wilayah Aceh, Papua Barat Daya, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.

“Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang disebutkan, secara khusus, wilayah yang terpengaruh oleh ketiga fenomena ini, yaitu sebagian besar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi,” jelas BMKG.

Pada skala meso atau menengah, BMKG mengungkapkan sirkulasi siklonik juga mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia. Sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik utara Maluku Utara, Selat Makassar, Samudera Hindia Barat Aceh, dan Samudera Hindia Barat Sumatera Barat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Perairan utara Maluku Utara, Perairan barat Aceh, Perairan barat Sumatera Barat.

Selain itu, diperkirakan terbentuk juga daerah konvergensi lainnya yang memanjang dari Selat Malaka hingga Perairan Timur Aceh, dari Sumatera Barat hingga Sumatera Utara, dari Perairan Selatan Jawa Timur hingga Jawa Tengah, dari Perairan Utara NTT hingga NTB, serta dari Laut Banda hingga Sulawesi Tengah.

“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” pungkasnya.

Berikut potensi hujan dalam sepekan ke depan periode 1-7 Mei 2026:

Periode 1-3 Mei 2026



Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang: Nihil.

Periode 4-7 Mei 2026


Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang: Nihil.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
7 Pantai Pasir Putih...
7 Pantai Pasir Putih di Jawa Timur, Ada yang Mirip Tanah Lot Bali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved