Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Lombok dan Bandung, Astra Bersama Kampus Kembangkan Potensi Lokal
Selasa, 28 April 2026 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial (Kemensos), Universitas Mataram serta offtaker produk porang yaitu PT Sanindo Pangan Rinjani yang dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat dan semakin mengakselerasi program yang telah berjalan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara, NTB.
“Kami telah melakukan pendampingan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara sejak 2019 dan telah melibatkan 432 masyarakat dari 16 desa melalui pelatihan komprehensif mulai dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil pertanian, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi,” katanya.
Melalui proses tersebut, masyarakat mengembangkan komoditas unggulan seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai sebagai penggerak ekonomi desa, yang turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan serta membuka peluang kerja baru.
Hingga 2025, Program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru. Selain itu, sebanyak 492 desa telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar.
“Kami mendukung pemberdayaan masyarakat desa karena sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” ucapnya.
“Kami telah melakukan pendampingan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara sejak 2019 dan telah melibatkan 432 masyarakat dari 16 desa melalui pelatihan komprehensif mulai dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil pertanian, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi,” katanya.
Melalui proses tersebut, masyarakat mengembangkan komoditas unggulan seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai sebagai penggerak ekonomi desa, yang turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan serta membuka peluang kerja baru.
Hingga 2025, Program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru. Selain itu, sebanyak 492 desa telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar.
“Kami mendukung pemberdayaan masyarakat desa karena sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :