Imbas Kali Pesanggrahan Meluap, Akses Jalan Penghubung Cinere-Pondok Cabe Terputus
Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB
loading...
Akses jalan yang menghubungkan antara Jalan Cinere, Depok, Jawa Barat dengan Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten terputus hingga Senin (20/4/2026) siang ini. Foto/Felldy Utama
A
A
A
DEPOK - Akses jalan yang menghubungkan antara Jalan Cinere, Depok , Jawa Barat dengan Pondok Cabe , Tangerang Selatan (Tangsel), Banten terputus hingga Senin (20/4/2026) siang ini. Hal ini disebabkan jembatan penghubung dua wilayah tersebut masih tergenang banjir imbas meluapnya Kali Pesanggrahan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran air sungai masih terlihat cukup deras. Sehingga, menyebabkan air tersebut tumpah dan menutup jembatan penghubung.
Tumpukan sampah yang terbawa air juga terlihat menumpuk di besi pembatas jembatan. Hal ini turut menjadi salah satu faktor meluapnya Kali Pesanggarahan.
Baca Juga: Banjir Kembali Melanda Kebon Pala Jaktim, Ketinggian Mencapai 1,75 Meter
Meluapnya Kali Pesanggrahan ini membuat banyak kendaraan memilih untuk memutar balik dan mencari jalur alternatif lainnya.
Hal ini turut dirasakan oleh Rehan, pengemudi ojol yang hendak ingin mengantarkan pesanan makanan ke salah satu perumahan terletak tak jauh dari jembatan tersebut. Ia mengaku terkejut karena akses jalan yang harus dilalui tiba-tiba sudah tidak bisa dilewati kendaraan.
"Saya mau nganter (pesanan) tapi ngelewat banjir. (Jadi) bingung mau lewat mana," tutur Rehan saat ditemui di lokasi.
Mardi S, warga sekitar yang juga turut menjadi relawan Pos Pantau Kali Pesanggrahan, menyampaikan bahwa luapan sungai ini terjadi sejak tadi malam. Dia menyebut banjir ini terjadi imbas intensitas air yang sangat tinggi. Diketahui, pada Minggu (19/4/2026), hujan mengguyur kawasan ini sejak sore hari.
"Kalo banjir kiriman sih, nggak. Karena maaf ya, karena ini jalur terendah air ya mereka lewatnya sini. Tapi sebetulnya sih, banjir ini biasanya sih dari intensitas air yang meluap. Paling tidak, bisa satu jam atau dua jam di daerah tertentu, yang dialiri Sungai Pesanggrahan," tutur pria yang akrab disapa Cak Singo ini.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran air sungai masih terlihat cukup deras. Sehingga, menyebabkan air tersebut tumpah dan menutup jembatan penghubung.
Tumpukan sampah yang terbawa air juga terlihat menumpuk di besi pembatas jembatan. Hal ini turut menjadi salah satu faktor meluapnya Kali Pesanggarahan.
Baca Juga: Banjir Kembali Melanda Kebon Pala Jaktim, Ketinggian Mencapai 1,75 Meter
Meluapnya Kali Pesanggrahan ini membuat banyak kendaraan memilih untuk memutar balik dan mencari jalur alternatif lainnya.
Hal ini turut dirasakan oleh Rehan, pengemudi ojol yang hendak ingin mengantarkan pesanan makanan ke salah satu perumahan terletak tak jauh dari jembatan tersebut. Ia mengaku terkejut karena akses jalan yang harus dilalui tiba-tiba sudah tidak bisa dilewati kendaraan.
"Saya mau nganter (pesanan) tapi ngelewat banjir. (Jadi) bingung mau lewat mana," tutur Rehan saat ditemui di lokasi.
Mardi S, warga sekitar yang juga turut menjadi relawan Pos Pantau Kali Pesanggrahan, menyampaikan bahwa luapan sungai ini terjadi sejak tadi malam. Dia menyebut banjir ini terjadi imbas intensitas air yang sangat tinggi. Diketahui, pada Minggu (19/4/2026), hujan mengguyur kawasan ini sejak sore hari.
"Kalo banjir kiriman sih, nggak. Karena maaf ya, karena ini jalur terendah air ya mereka lewatnya sini. Tapi sebetulnya sih, banjir ini biasanya sih dari intensitas air yang meluap. Paling tidak, bisa satu jam atau dua jam di daerah tertentu, yang dialiri Sungai Pesanggrahan," tutur pria yang akrab disapa Cak Singo ini.
(zik)
Lihat Juga :