Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia

Minggu, 19 April 2026 - 17:50 WIB
loading...
Teknologi Satelit Jadi...
Pemerataan akses komunikasi dan internet masih menjadi tantangan besar di kawasan timur Indonesia. Foto: Ist
A A A
PAPUA - Pemerataan akses komunikasi dan internet masih menjadi tantangan besar di kawasan timur Indonesia . Minimnya infrastruktur terestrial seperti jaringan fiber optik ataupun BTS menyebabkan masih ada wilayah blank spot yang berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi, layanan publik, serta aktivitas ekonomi digital.

Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 menunjukkan, tingkat penetrasi internet nasional telah mencapai 80,66%. Namun, kesenjangan akses antarwilayah masih terlihat.

Baca juga: Kadin Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

Di kawasan Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua, baru mencapai sekitar 69,26%. Angka ini menunjukan bahwa kesenjangan digital masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di wilayah dengan karakteristik geografis yang menantang.

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital sebagai bagian dari agenda pemerataan pembangunan nasional sejalan dengan semangat membangun dari pinggiran. Berbagai program strategis telah dijalankan, termasuk pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah 3T dan Papua untuk memastikan masyarakat di seluruh Indonesia memperoleh akses digital yang lebih merata.

Direktur Komersial Telkomsat Andri Yunianto mengatakan, dalam konteks tersebut teknologi satelit menjadi salah satu solusi strategis untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilayani secara optimal oleh infrastruktur teresterial. Sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang tinggi, Indonesia membutuhkan solusi konektivitas yang mampu menjangkau daerah terpencil tanpa bergantung pada pembangunan jaringan fisik yang kompleks dan memerlukan waktu panjang.

“Di sinilah satelit memainkan peran penting sebagai tulang punggung konektivitas di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Andri, Minggu (19/4/2026).

Pemanfaatan teknologi satelit telah memberikan dukungan nyata bagi berbagai sektor strategis. Di bidang pendidikan, konektivitas satelit membantu membuka akses pembelajaran di sekolah-sekolah daerah terpencil.

Di sektor kesehatan, teknologi ini mendukung layanan telemedicine untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses. Bagi pemerintah daerah, konektivitas yang andal turut memperkuat implementasi layanan pemerintahan digital.

“Kehadiran akses internet juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, termasuk mempercepat digitalisasi UMKM serta memperluas akses terhadap informasi dan pasar,” kata Andri.

Ke depan, pengembangan infrastuktur dan layanan konektivitas di wilayah strategis Indonesia, khususnya kawasan timur perlu terus diperkuat sebagai bagian dari percepatan transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini penting agar manfaat konektivitas dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Pemkot Tangerang Luncurkan...
Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan, Sachrudin: Teknologi dan Prestasi Harus Tumbuh Bersama
Pemkab Jayawijaya-ISP...
Pemkab Jayawijaya-ISP Apresiasi Kehadiran Community Gateway Wamena
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Teknologi Crane Canggih...
Teknologi Crane Canggih Dipamerkan MHE di Cikarang
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rekomendasi
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan...
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
Berita Terkini
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved