Kepala Diskominfotik Jakarta Baru Dorong Transformasi Digital dan Komunikasi Berbasis Data
Jum'at, 17 April 2026 - 18:22 WIB
loading...
Pelantikan pejabat baru Pemprov Jakarta menandai langkah lanjutan dalam penguatan tata kelola pemerintahan, termasuk sektor komunikasi publik yang kian strategis. Dari 11 pejabat dilantik, ada nama Marulina Dewi Mutiara. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menandai langkah lanjutan dalam penguatan tata kelola pemerintahan, termasuk di sektor komunikasi publik yang kian strategis. Dari 11 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik, nama Marulina Dewi Mutiara menjadi sorotan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta yang baru.
Penunjukan ini hadir di tengah kebutuhan akan komunikasi publik yang semakin adaptif seiring dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kian dinamis.
Baca juga: Daftar 11 Pejabat di Pemprov DKI Jakarta Dilantik Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan pengisian jabatan melalui pendekatan manajemen talenta dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kapasitas kepemimpinan.
“Dalam penetapan ini, kami bertiga yakni gubernur, wakil gubernur, dan sekda berkomunikasi dan berdiskusi untuk menentukan nama-nama terbaik. Kami menggunakan manajemen talenta dan mudah-mudahan ini merupakan pilihan terbaik untuk Jakarta,” ujar Pramono dikutip, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, pengaturan waktu pelantikan juga dirancang bertahap guna menjaga kesinambungan roda pemerintahan. “Perlu kami sampaikan agar tidak terjadi salah tafsir dalam pelantikan ini terdapat 11 pejabat yang dilantik. Tiga orang berlaku mulai hari ini, empat orang mulai 1 Juni, tiga orang mulai 1 Agustus, dan satu orang menunggu keputusan,” jelasnya.
Kepala Diskominfotik Jakarta Marulina Dewi Mutiara mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan Gubernur Pramono. Dia menilai masa transisi hingga efektif menjabat pada 1 Juni sebagai ruang penting untuk melakukan konsolidasi dan penyelarasan arah kerja.
“Kami memiliki waktu untuk mempersiapkan secara lebih matang mulai dari koordinasi lintas OPD, pemetaan program, hingga penyelarasan kebijakan. Dengan begitu, saat mulai efektif nanti, kami dapat langsung bergerak cepat,” ujarnya.
Ke depan, dia menegaskan komitmen untuk memperkuat komunikasi publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga kredibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain komunikasi publik, Marulina juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Menurut dia, integrasi layanan digital dan pemanfaatan data serta statistik akan menjadi fondasi dalam mendukung kebijakan yang lebih terukur. “Pemanfaatan data dan statistik harus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat dan terukur menuju evidence-based policy,” ujarnya.
Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk media, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem komunikasi dan layanan publik ke depan.
Marulina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis inovasi, dia optimistis komunikasi publik di Jakarta dapat semakin relevan, transparan, serta berdaya saing.
Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, penguatan peran Diskominfotik menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung Jakarta menuju kota global yang cerdas dan terintegrasi.
Penunjukan ini hadir di tengah kebutuhan akan komunikasi publik yang semakin adaptif seiring dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kian dinamis.
Baca juga: Daftar 11 Pejabat di Pemprov DKI Jakarta Dilantik Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan pengisian jabatan melalui pendekatan manajemen talenta dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kapasitas kepemimpinan.
“Dalam penetapan ini, kami bertiga yakni gubernur, wakil gubernur, dan sekda berkomunikasi dan berdiskusi untuk menentukan nama-nama terbaik. Kami menggunakan manajemen talenta dan mudah-mudahan ini merupakan pilihan terbaik untuk Jakarta,” ujar Pramono dikutip, Jumat (17/4/2026).
Selain itu, pengaturan waktu pelantikan juga dirancang bertahap guna menjaga kesinambungan roda pemerintahan. “Perlu kami sampaikan agar tidak terjadi salah tafsir dalam pelantikan ini terdapat 11 pejabat yang dilantik. Tiga orang berlaku mulai hari ini, empat orang mulai 1 Juni, tiga orang mulai 1 Agustus, dan satu orang menunggu keputusan,” jelasnya.
Kepala Diskominfotik Jakarta Marulina Dewi Mutiara mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan Gubernur Pramono. Dia menilai masa transisi hingga efektif menjabat pada 1 Juni sebagai ruang penting untuk melakukan konsolidasi dan penyelarasan arah kerja.
“Kami memiliki waktu untuk mempersiapkan secara lebih matang mulai dari koordinasi lintas OPD, pemetaan program, hingga penyelarasan kebijakan. Dengan begitu, saat mulai efektif nanti, kami dapat langsung bergerak cepat,” ujarnya.
Ke depan, dia menegaskan komitmen untuk memperkuat komunikasi publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga kredibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain komunikasi publik, Marulina juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Menurut dia, integrasi layanan digital dan pemanfaatan data serta statistik akan menjadi fondasi dalam mendukung kebijakan yang lebih terukur. “Pemanfaatan data dan statistik harus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat dan terukur menuju evidence-based policy,” ujarnya.
Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk media, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem komunikasi dan layanan publik ke depan.
Marulina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis inovasi, dia optimistis komunikasi publik di Jakarta dapat semakin relevan, transparan, serta berdaya saing.
Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, penguatan peran Diskominfotik menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung Jakarta menuju kota global yang cerdas dan terintegrasi.
(jon)
Lihat Juga :