BMKG: Potensi Hujan Berlanjut hingga Akhir April 2026
Selasa, 14 April 2026 - 08:22 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan yang masih berlanjut hingga akhir April 2026. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan yang masih berlanjut hingga akhir April 2026. Hal ini terjadi di tengah penguatan Monsun Australia.
BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 9 – 12 April 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terpantau di Aceh (105.5 mm/hari), DI Yogyakarta (103.7 mm/hari), Papua Barat (97.7 mm/hari), Sumatra Utara (91.9 mm/hari).
Kemudian di Kepulauan Riau (85 mm/hari), Jawa Timur (72.2 mm/hari), Kalimantan Tengah (69.2 mm/hari), Nusa Tenggara Barat (66.3 mm/hari), Sulawesi Selatan (59.8 mm/hari), Kalimantan Tengah (55.5 mm/hari), Kalimantan Utara (55 mm/hari), Riau (52 mm/hari), Sumatera Selatan (51.8 mm/hari).
"Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer , seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah, serta terpantau filter spasial dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) melintasi sebagian besar wilayah Sumatera," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: 4 Pohon di Jaktim dan Jaksel Tumbang usai Hujan Deras, 1 Mobil Terdampak
BMKG melaporkan faktor pendukung lainnya, seperti perlambatan kecepatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup intens pada siang hari, turut memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan.
BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 9 – 12 April 2026. Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terpantau di Aceh (105.5 mm/hari), DI Yogyakarta (103.7 mm/hari), Papua Barat (97.7 mm/hari), Sumatra Utara (91.9 mm/hari).
Kemudian di Kepulauan Riau (85 mm/hari), Jawa Timur (72.2 mm/hari), Kalimantan Tengah (69.2 mm/hari), Nusa Tenggara Barat (66.3 mm/hari), Sulawesi Selatan (59.8 mm/hari), Kalimantan Tengah (55.5 mm/hari), Kalimantan Utara (55 mm/hari), Riau (52 mm/hari), Sumatera Selatan (51.8 mm/hari).
"Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer , seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah, serta terpantau filter spasial dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) melintasi sebagian besar wilayah Sumatera," tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: 4 Pohon di Jaktim dan Jaksel Tumbang usai Hujan Deras, 1 Mobil Terdampak
BMKG melaporkan faktor pendukung lainnya, seperti perlambatan kecepatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup intens pada siang hari, turut memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan.
Lihat Juga :