Mantan Ketua BEM UI Familiar dengan Nama Laeli, Perempuan Pemutilasi RHW

Sabtu, 19 September 2020 - 00:35 WIB
loading...
Mantan Ketua BEM UI...
Pelaku mutilasi yakni Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin (LAS) saat rilis kasus mutilasi di Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A A A
DEPOK - Nama Laeli Atik Supriyatin (LAS) kini menjadi perbincangan. Perempuan 27 tahun itu ditetapkan sebagai tersangka kasus mutilasi dengan korban bernama Rinaldu Harley Wismanu (RHW). Laeli melakukan mutilasi bersama kekasihnya yaitu Djumadil Al Fajri. Disebut-sebut Laeli merupakan alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (MIPA UI).

Ketika ditelusuri, Laeli merupakan mahasiswa UI jurusan Geografi tahun 2012. Semasa kuliah dia dikenal sebagai mahasiswa yang kritis. “Aku nggak tahu pernah dikritik apa ngga (oleh Laeli). Tapi, setahu aku semua orang di UI pernah kritik aku,” kata mantan Ketua BEM UI tahun 2012 Faldo Maldini, Jumat (18/9/2020).

Faldo mengaku tidak terlalu mengenal Laeli. Namun, informasi yang dia tahu bahwa Laeli diterima di UI tahun 2012 dan saat itu Faldo menjabat sebagai Ketua BEM. “Dia masuk tahun 2012 ketika itu aku Ketua BEM terus aku ospekin 6.000 orang (mahasiswa baru),” ucapnya. (Baca juga: Peragakan 32 Adegan Rekonstruksi Kasus Mutilasi, Terungkap Fakta Sepasang Kekasih Ini)

Ditanya apakah familiar dengan nama Laeli, Faldo mengaku sempat dengar walaupun tidak begitu mengenal. Dia sampai tracking WhatsApp grup untuk mengetahui nama tersebut. “Familiar lagi pas kemarin dibahas itu, perasaan aku pernah denger. Aku tracking, lihat grup WA ternyata memang dia pernah jadi Project Officer Pemilu BEM UI 2014,” ungkapnya.

Dia menilai banyak faktor mengapa akhirnya Laeli melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, kampus memang tempat untuk mahasiswa dididik baik akademik maupun nonakademik. Namun, setelah kehidupan kampus, tiap individu memiliki kehidupan masing-masing. (Baca juga: Pelaku Mutilasi Sepasang Kekasih, Korban Dibunuh saat Berhubungan Badan)

“Kalau menurut aku faktornya banyak bukan cuma intelektual, ada faktor keluarga, ekonomi, lingkungan juga bisa. Memang kampus tempat orang dididik secara akademik dan nonakademik. Tapi, after kampus life itu kan tiap orang punya dunia sendiri. Jadi, menurut aku faktornya banyak ngga bisa dipukul rata karena anak UI ternyata begini-begini sih ngga bisa gitu juga menurut aku,” ungkap Faldo.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Rekomendasi
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Berita Terkini
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved