Update Gempa Besar Guncang Malut dan Sulut, 1 Orang Meninggal
Kamis, 02 April 2026 - 14:39 WIB
loading...
BNPB mencatat ada satu korban jiwa akibat gempa bumi Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi. Foto/Tangkapan layar iNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat ada satu korban jiwa akibat bencana gempa bumi Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi. Data tersebut masih sementara.
Hal itu diungkapkan Kepala BNPB Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Bumi Magnitudo 7,6 secara daring, Kamis (2/4/2026). Dari hasil pendataannya, jumlah korban dari fenomena alam itu masih relatif kecil.
"Kami memperoleh informasi sampai siang ini, jumlah kerusakan, korban, ini masih relatif, masih relatif sedikit begitu. Yang meninggal ada satu, kemudian luka ringan pun ada satu," ucap Suharyanto.
Baca Juga: Peringatan Tsunami Akibat Gempa Bitung M7,6 Berakhir
Suharyanto mengatakan, jumlah korban itu masih dari hasil pendataan sementara. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menyampaikan, fasilitas umum yang paling parah terdampak gempa yakni GOR KONI.
"Jadi sampai hari ini, kami dapatkan untuk di Kota Manado, yang paling fatal adalah gedung olahraga di KONI. Itu sarana olahraga untuk tinju dan basket. Paling, yang paling parah," ucap Yulius.
Selain itu, ada 25 rumah rusak ringan dari bencana tersebut. "Kalau hitungannya rumah, ini kalau hitung rupiah kurang lebih Rp500 jutaan."
Yulius menambahkan, gedung olahraga sudah roboh dua kali. "Dua kali gempa bumi, dua kali roboh, Pak. Dua tahun yang lalu juga terjadi seperti ini, 5,2 skala Richter saja roboh, apalagi ini 7,6," katanya.
Selain itu, Yulius menyampaikan, ada satu warga meninggal akibat gempa. "Kebetulan dia (korban) ibu ini ada di bawahnya. Dan yang satu dia loncat dari lantai dua. Sampai hari ini kita masih melakukan pendataan-pendataan lagi, Pak," pungkasnya.
Hal itu diungkapkan Kepala BNPB Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Bumi Magnitudo 7,6 secara daring, Kamis (2/4/2026). Dari hasil pendataannya, jumlah korban dari fenomena alam itu masih relatif kecil.
"Kami memperoleh informasi sampai siang ini, jumlah kerusakan, korban, ini masih relatif, masih relatif sedikit begitu. Yang meninggal ada satu, kemudian luka ringan pun ada satu," ucap Suharyanto.
Baca Juga: Peringatan Tsunami Akibat Gempa Bitung M7,6 Berakhir
Suharyanto mengatakan, jumlah korban itu masih dari hasil pendataan sementara. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menyampaikan, fasilitas umum yang paling parah terdampak gempa yakni GOR KONI.
"Jadi sampai hari ini, kami dapatkan untuk di Kota Manado, yang paling fatal adalah gedung olahraga di KONI. Itu sarana olahraga untuk tinju dan basket. Paling, yang paling parah," ucap Yulius.
Selain itu, ada 25 rumah rusak ringan dari bencana tersebut. "Kalau hitungannya rumah, ini kalau hitung rupiah kurang lebih Rp500 jutaan."
Yulius menambahkan, gedung olahraga sudah roboh dua kali. "Dua kali gempa bumi, dua kali roboh, Pak. Dua tahun yang lalu juga terjadi seperti ini, 5,2 skala Richter saja roboh, apalagi ini 7,6," katanya.
Selain itu, Yulius menyampaikan, ada satu warga meninggal akibat gempa. "Kebetulan dia (korban) ibu ini ada di bawahnya. Dan yang satu dia loncat dari lantai dua. Sampai hari ini kita masih melakukan pendataan-pendataan lagi, Pak," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :