Peringatan Tsunami Akibat Gempa Bitung M7,6 Berakhir
Kamis, 02 April 2026 - 10:34 WIB
loading...
BMKG menyatakan peringatan dini tsunami usai gempa kekuatan M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.58 WIB telah berakhir. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Peringatan dini tsunami usai gempa kekuatan M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.58 WIB, dinyatakan telah berakhir. Kepastian itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.6, tanggal: 02-Apr-26 05:48:16 WIB, dinyatakan telah berakhir,” ungkap Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya.
Baca juga: Tsunami Terjadi di 9 Wilayah usai Gempa Bitung M7,6
Sebelumnya, BMKG mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar kekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung. Tsunami tertinggi tercatat 0,75 meter di Minahasa Utara.
“Pemutakhiran Peringatan Dini, Tsunami akibat gempa dengan kekuatan:7.6, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:16 WIB, telah terdeteksi di Belang (06:36WIB) 0.68m, Bitung (06:15WIB) 0.20m, Bumbulan (06:50WIB) 0.13m, Gita (06:12WIB) 0.24m, HalmaheraBarat (06:08WIB) 0.30m, Kedi (06:15WIB) 0.15m, MinahasaUtara (06:18WIB) 0.75m, Sidangoli (06:16WIB) 0.35m, Sitaro (06:15WIB) 0.19m,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya.
BMKG melaporkan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.
Baca juga: Gempa Bitung M7,6 Akibatkan Gedung KONI Manado Rusak Parah, 1 Tewas
BMKG mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
“Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.6, tanggal: 02-Apr-26 05:48:16 WIB, dinyatakan telah berakhir,” ungkap Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya.
Baca juga: Tsunami Terjadi di 9 Wilayah usai Gempa Bitung M7,6
Sebelumnya, BMKG mencatat tsunami telah terjadi di 9 wilayah usai gempa besar kekuatan M7,6 yang berpusat di Bitung. Tsunami tertinggi tercatat 0,75 meter di Minahasa Utara.
“Pemutakhiran Peringatan Dini, Tsunami akibat gempa dengan kekuatan:7.6, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:16 WIB, telah terdeteksi di Belang (06:36WIB) 0.68m, Bitung (06:15WIB) 0.20m, Bumbulan (06:50WIB) 0.13m, Gita (06:12WIB) 0.24m, HalmaheraBarat (06:08WIB) 0.30m, Kedi (06:15WIB) 0.15m, MinahasaUtara (06:18WIB) 0.75m, Sidangoli (06:16WIB) 0.35m, Sitaro (06:15WIB) 0.19m,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya.
BMKG melaporkan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.
Baca juga: Gempa Bitung M7,6 Akibatkan Gedung KONI Manado Rusak Parah, 1 Tewas
BMKG mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
(shf)
Lihat Juga :