Pramono Respons Usulan WFA Demi Hemat Energi: Bukan Beban atau Kesulitan bagi Pemprov DKI
Jum'at, 27 Maret 2026 - 18:57 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap menerapkan Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap menerapkan Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Diketahui usulan ini sebagai upaya efisiensi atau hemat energi imbas perang di Timur Tengah (Timteng).
Kini, Pemprov DKI Jakarta hanya menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan tersebut. "Untuk work from Anywhere atau work from home, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti sepenuhnya apa yang menjadi arahan pemerintah pusat," kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan kebijakan WFA/WFH bukanlah sesuatu hal yang menyulitkan atau menjadi beban bagi Pemprov DKI Jakarta. Sebab, beberapa kali Pemprov DKI telah memberlakukan hal tersebut dan tak mengganggu sektor pelayanan.
Baca juga: AC-Lampu Gedung DPR Bakal Dimatikan Pukul 20.00 WIB Demi Hemat Energi
"Untuk pemerintah DKI Jakarta itu bukan sesuatu yang menjadi beban ataupun kesulitan. Sehingga dengan demikian kami sedang menunggu apakah permennya segera dikeluarkan untuk pengaturan itu," ucap Pramono.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah segera mengumumkan kebijakan work from home (WFH) sebagai respons atas dampak konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Purbaya pun menegaskan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu produktivitas, selama diterapkan secara tepat. "Enggak (ganggu produktivitas) kalau kita pilih dengan cermat," kata Purbaya kepada awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/3/2026).
Purbaya mencontohkan penerapan WFH pada hari Jumat sebagai opsi yang dinilai efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kita pilih hari Jumat, itu kan hari pendek. Jadi pasti ada penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) berapa persen," ujarnya.
Kini, Pemprov DKI Jakarta hanya menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan tersebut. "Untuk work from Anywhere atau work from home, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti sepenuhnya apa yang menjadi arahan pemerintah pusat," kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan kebijakan WFA/WFH bukanlah sesuatu hal yang menyulitkan atau menjadi beban bagi Pemprov DKI Jakarta. Sebab, beberapa kali Pemprov DKI telah memberlakukan hal tersebut dan tak mengganggu sektor pelayanan.
Baca juga: AC-Lampu Gedung DPR Bakal Dimatikan Pukul 20.00 WIB Demi Hemat Energi
"Untuk pemerintah DKI Jakarta itu bukan sesuatu yang menjadi beban ataupun kesulitan. Sehingga dengan demikian kami sedang menunggu apakah permennya segera dikeluarkan untuk pengaturan itu," ucap Pramono.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah segera mengumumkan kebijakan work from home (WFH) sebagai respons atas dampak konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Purbaya pun menegaskan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu produktivitas, selama diterapkan secara tepat. "Enggak (ganggu produktivitas) kalau kita pilih dengan cermat," kata Purbaya kepada awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/3/2026).
Purbaya mencontohkan penerapan WFH pada hari Jumat sebagai opsi yang dinilai efektif. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kita pilih hari Jumat, itu kan hari pendek. Jadi pasti ada penghematan BBM (Bahan Bakar Minyak) berapa persen," ujarnya.
(rca)
Lihat Juga :