Libur Lebaran 2026, Jalan Menuju Wisata Anyer Macet Parah
Senin, 23 Maret 2026 - 17:24 WIB
loading...
Lonjakan wisatawan pada libur Lebaran 2026 memicu kemacetan parah di kawasan wisata Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Senin (23/3/2026). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
SERANG - Lonjakan wisatawan pada libur Lebaran 2026 memicu kemacetan parah di kawasan wisata Pantai Anyer , Kabupaten Serang, Senin (23/3/2026). Kepadatan kendaraan terjadi sejak pagi hingga siang hari di sejumlah akses utama menuju lokasi wisata.
Arus lalu lintas macet di beberapa titik, terutama menuju kawasan pantai yang menjadi tujuan favorit wisatawan. Antrean kendaraan mengular sehingga laju kendaraan nyaris tidak bergerak.
Baca juga: Arus Balik di Lingkar Gentong, Macet Mengular hingga 22 Kilometer Arah Garut
Wisatawan asal Tambun, Bekasi Ari Wibowo mengatakan, dirinya bersama keluarga berangkat sejak dini hari untuk menghindari kemacetan. Dia berangkat pukul 03.00 WIB dan tiba di Anyer pada pukul 07.30 WIB.
Meski berangkat lebih awal, dia terjebak kemacetan saat memasuki kawasan wisata. Titik kepadatan terparah terjadi di kawasan Pantai Pasir Putih Anyer. “Kendaraan hampir tidak bergerak,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di pertigaan Anyer yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari arah Cilegon dan Mancak, Kabupaten Serang. Tingginya volume kendaraan dari dua arah menyebabkan kemacetan total di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan saling menumpuk tanpa celah sehingga antrean panjang tak terhindarkan. Sementara, jalur Lingkar Selatan yang dilalui Ari saat berangkat masih relatif lancar dan belum mengalami kepadatan berarti.
Untuk tarif masuk kawasan wisata, pada libur Lebaran tahun ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp10.000 per orang. Ari datang bersama 10 anggota keluarga dengan total biaya masuk mencapai Rp100.000.
Memasuki pukul 12.42 WIB, Ari dan keluarganya memutuskan kembali ke Bekasi. Namun, dia masih mencari jalur keluar terbaik untuk menghindari kemacetan. “Saat ini kami mau pulang, masih mencari jalur yang lebih lancar, apakah lewat Tol Cilegon atau Serang Timur?” katanya.
Diperkirakan lonjakan kendaraan di kawasan Anyer akan terus terjadi hingga puncak arus balik libur Lebaran 2026. Pengendara diimbau mengatur waktu perjalanan serta memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan ekstrem.
Arus lalu lintas macet di beberapa titik, terutama menuju kawasan pantai yang menjadi tujuan favorit wisatawan. Antrean kendaraan mengular sehingga laju kendaraan nyaris tidak bergerak.
Baca juga: Arus Balik di Lingkar Gentong, Macet Mengular hingga 22 Kilometer Arah Garut
Wisatawan asal Tambun, Bekasi Ari Wibowo mengatakan, dirinya bersama keluarga berangkat sejak dini hari untuk menghindari kemacetan. Dia berangkat pukul 03.00 WIB dan tiba di Anyer pada pukul 07.30 WIB.
Meski berangkat lebih awal, dia terjebak kemacetan saat memasuki kawasan wisata. Titik kepadatan terparah terjadi di kawasan Pantai Pasir Putih Anyer. “Kendaraan hampir tidak bergerak,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di pertigaan Anyer yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari arah Cilegon dan Mancak, Kabupaten Serang. Tingginya volume kendaraan dari dua arah menyebabkan kemacetan total di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan saling menumpuk tanpa celah sehingga antrean panjang tak terhindarkan. Sementara, jalur Lingkar Selatan yang dilalui Ari saat berangkat masih relatif lancar dan belum mengalami kepadatan berarti.
Untuk tarif masuk kawasan wisata, pada libur Lebaran tahun ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp10.000 per orang. Ari datang bersama 10 anggota keluarga dengan total biaya masuk mencapai Rp100.000.
Memasuki pukul 12.42 WIB, Ari dan keluarganya memutuskan kembali ke Bekasi. Namun, dia masih mencari jalur keluar terbaik untuk menghindari kemacetan. “Saat ini kami mau pulang, masih mencari jalur yang lebih lancar, apakah lewat Tol Cilegon atau Serang Timur?” katanya.
Diperkirakan lonjakan kendaraan di kawasan Anyer akan terus terjadi hingga puncak arus balik libur Lebaran 2026. Pengendara diimbau mengatur waktu perjalanan serta memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan ekstrem.
(jon)
Lihat Juga :