Wabup Tasikmalaya Imbau Pemudik Tak Menunggu Puncak Arus Balik untuk Pulang
Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:11 WIB
loading...
Situasi lalu lintas di Lingkar Gentong bawah saat momen hari pertama Lebaran 2026. Foto: Rohman Wibowo
A
A
A
TASIKMALAYA - Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi mengimbau para pemudik agar mempertimbangkan waktu pulang lebih awal demi kelancaran arus balik. Sebab, karakteristik pemudik kebanyakan memilih pulang di H+3 hingga H+5 lebaran setiap tahunnya atau saat puncak arus balik.
"Saya mengimbau dan mungkin sangat memohon ya, jangan menunggu arus balik itu puncaknya yang diperkirakan kalau saya mengikuti pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan itu terjadi hari Selasa dan malam Rabu atau hari Rabu malam Kamis," kata Asep saat ditemui di Pos Techno Park, Sabtu (21/3/2026).
"Bisa lebih duluan mungkin yang ke kantor, dan anak-anak yang sekolah bisa nanti saja pas masuk sekolah. Jadi mudah-mudahan bisa seteratur begitu ya," imbuhnya.
Baca juga: Tahanan KPK Salat Idulfitri di Gedung Merah Putih, Gus Yaqut Tak Terlihat
Kendati demikian, keputusan waktu pulang berada di tangan para pemudik. Karena mau bagaimana pun, waktu untuk libur dan berkumpul bersama keluarga menjadi hak masyarakat.
"Tapi karena kita juga mungkin tidak bisa apa namanya itu mengatur secara detail ke kepentingan masyarakat, ya ini kan berupa himbauan," kata dia.
Asep menekankan para pemudik bisa memantau secara berkala akses CCTV lalu lintas arus balik yang disediakan pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan rekaman digital jalanan tersebut di laman CCTV Pemkab Tasikmalaya.
Adapun di muka halaman tersebut terdapat 11 kotak berisi pantauan arus lalu lintas. Mulai dari Pos Tapal Kuda, Jalan Kadipaten arah Tasikmalaya, Simpang Cipasung, Simpang Pasar Singaparna, Rajapolah, Jalan Raya Alun-alun Manonjaya, Jalan Kecamatan Cipatujah, Jalan Raya Karangnunggal, Jalan Raya Depan Dishub di Cintaraja dan Gerbang Pemda di Singaparna.
Dalam kesempatan terpisah, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan memprediksi arus balik akan dimulai perlahan pada hari pertama lebaran. Dia merujuk pada kejadian pada musim arus balik 2025.
"Dua tahun saya handle mudik di sini, dari hari pertama sudah ada (arus balik),' ujarnya kepada iNews Media Group, Sabtu (21/3/2026).
Kepolisian setempat juga telah memetakan sejumlah titik kemacetan. Salah satunya berpusat di Simpang Tiga Pamoyanan. Di area tersebut adalah jalur penghubung antara kabupaten/kota. Sejurus itu, Simpang Tiga Pamoyanan menjadi penghubung arah Tasikmalaya ke Majalengka, Kuningan, hingga Ciamis.
Potensi rawan kemacetan bisa pula terjadi di sekitaran Polsek Rajapolah. Di sana terdapat jalan raya gantung yang mengarah ke Ciamis. Biasanya ada hambatan arus lalu lintas dari laju truk sumbu tiga. Sehingga kawasan ini akan direvitalisasi sebagai kawasan kantong parkir kendaraan besar tersebut, mengingat masih ada ruang untuk parkir.
Yang terakhir adalah perbatasan dari Ciamis, Cihaurbeuti. Yang ini adalah perbatasan Kadipaten dengan Malangbong, Garut.
"Saya mengimbau dan mungkin sangat memohon ya, jangan menunggu arus balik itu puncaknya yang diperkirakan kalau saya mengikuti pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan itu terjadi hari Selasa dan malam Rabu atau hari Rabu malam Kamis," kata Asep saat ditemui di Pos Techno Park, Sabtu (21/3/2026).
"Bisa lebih duluan mungkin yang ke kantor, dan anak-anak yang sekolah bisa nanti saja pas masuk sekolah. Jadi mudah-mudahan bisa seteratur begitu ya," imbuhnya.
Baca juga: Tahanan KPK Salat Idulfitri di Gedung Merah Putih, Gus Yaqut Tak Terlihat
Kendati demikian, keputusan waktu pulang berada di tangan para pemudik. Karena mau bagaimana pun, waktu untuk libur dan berkumpul bersama keluarga menjadi hak masyarakat.
"Tapi karena kita juga mungkin tidak bisa apa namanya itu mengatur secara detail ke kepentingan masyarakat, ya ini kan berupa himbauan," kata dia.
Asep menekankan para pemudik bisa memantau secara berkala akses CCTV lalu lintas arus balik yang disediakan pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan rekaman digital jalanan tersebut di laman CCTV Pemkab Tasikmalaya.
Adapun di muka halaman tersebut terdapat 11 kotak berisi pantauan arus lalu lintas. Mulai dari Pos Tapal Kuda, Jalan Kadipaten arah Tasikmalaya, Simpang Cipasung, Simpang Pasar Singaparna, Rajapolah, Jalan Raya Alun-alun Manonjaya, Jalan Kecamatan Cipatujah, Jalan Raya Karangnunggal, Jalan Raya Depan Dishub di Cintaraja dan Gerbang Pemda di Singaparna.
Dalam kesempatan terpisah, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan memprediksi arus balik akan dimulai perlahan pada hari pertama lebaran. Dia merujuk pada kejadian pada musim arus balik 2025.
"Dua tahun saya handle mudik di sini, dari hari pertama sudah ada (arus balik),' ujarnya kepada iNews Media Group, Sabtu (21/3/2026).
Kepolisian setempat juga telah memetakan sejumlah titik kemacetan. Salah satunya berpusat di Simpang Tiga Pamoyanan. Di area tersebut adalah jalur penghubung antara kabupaten/kota. Sejurus itu, Simpang Tiga Pamoyanan menjadi penghubung arah Tasikmalaya ke Majalengka, Kuningan, hingga Ciamis.
Potensi rawan kemacetan bisa pula terjadi di sekitaran Polsek Rajapolah. Di sana terdapat jalan raya gantung yang mengarah ke Ciamis. Biasanya ada hambatan arus lalu lintas dari laju truk sumbu tiga. Sehingga kawasan ini akan direvitalisasi sebagai kawasan kantong parkir kendaraan besar tersebut, mengingat masih ada ruang untuk parkir.
Yang terakhir adalah perbatasan dari Ciamis, Cihaurbeuti. Yang ini adalah perbatasan Kadipaten dengan Malangbong, Garut.
(rca)
Lihat Juga :