Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Dinilai Menyusahkan Keluarga Buruh Angkut
Rabu, 18 Maret 2026 - 18:57 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi, kalau truk-truk itu dilarang beroperasi, jelas kami buruh lepas di gudang ini terancam kehilangan pendapatan. Karena, pasti tidak ada lagi aktivitas pengiriman barang di gudang ini,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Aktivitas Gudang di Ancol Terhenti Dampak Truk Sumbu 3 Dilarang Beroperasi
Ayah dua anak yang masih menumpang di rumah orangtuanya ini pun mengaku bingung harus mengatakan apa kepada anak-anak dan istrinya jika kebijakan Pemerintah ini tetap dijalankan. Apalagi, menurutnya, ini saat menjelang Lebaran di mana keluarganya pasti sangat mengharapkan uang lebih.
“Yang pasti, saya bingung dan sedih, bagaimana melihat nasib anak-anak dan istri yang justru berharap saya mendapatkan uang lebih menjelang Lebaran ini. Mereka pasti kecewa dan istri saya pasti menangis saat mendengar bahwa saya tidak bisa lagi bekerja karena Pemerintah melarang truk-truk sumbu 3 ini beroperasi,” tuturnya.
Dia pun bercerita bagaimana harus mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya ini. Sebagai buruh angkut barang di gudang produk makanan dan minuman, dia bersama kawan-kawannya yang lain harus sabar menunggu truk-truk yang masuk di sebuah pos kecil yang memang disediakan pemilik gudang untuk mereka.
“Kita di sini sebagai pekerja borongan. Dalam kondisi normal saja, kita masih kesulitan. Kadang-kadang kita menunggu sampai lama baru truk datang. Dan kita dibayar sesuai dengan volume truk yang kita bongkar muat. Jadi, kalau tidak ada nanti truk-truk yang masuk ke sini, kami mau makan apa karena pasti tidak dapat uang lagi,” tuturnya.
Baca juga: Aktivitas Gudang di Ancol Terhenti Dampak Truk Sumbu 3 Dilarang Beroperasi
Ayah dua anak yang masih menumpang di rumah orangtuanya ini pun mengaku bingung harus mengatakan apa kepada anak-anak dan istrinya jika kebijakan Pemerintah ini tetap dijalankan. Apalagi, menurutnya, ini saat menjelang Lebaran di mana keluarganya pasti sangat mengharapkan uang lebih.
“Yang pasti, saya bingung dan sedih, bagaimana melihat nasib anak-anak dan istri yang justru berharap saya mendapatkan uang lebih menjelang Lebaran ini. Mereka pasti kecewa dan istri saya pasti menangis saat mendengar bahwa saya tidak bisa lagi bekerja karena Pemerintah melarang truk-truk sumbu 3 ini beroperasi,” tuturnya.
Dia pun bercerita bagaimana harus mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya ini. Sebagai buruh angkut barang di gudang produk makanan dan minuman, dia bersama kawan-kawannya yang lain harus sabar menunggu truk-truk yang masuk di sebuah pos kecil yang memang disediakan pemilik gudang untuk mereka.
“Kita di sini sebagai pekerja borongan. Dalam kondisi normal saja, kita masih kesulitan. Kadang-kadang kita menunggu sampai lama baru truk datang. Dan kita dibayar sesuai dengan volume truk yang kita bongkar muat. Jadi, kalau tidak ada nanti truk-truk yang masuk ke sini, kami mau makan apa karena pasti tidak dapat uang lagi,” tuturnya.
Lihat Juga :