Polisi Pastikan Foto Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras Hasil AI
Senin, 16 Maret 2026 - 13:31 WIB
loading...
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, foto wajah terduga pelaku penyiram air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI). Foto/SindoNews.
A
A
A
JAKARTA - Polisi memastikan foto wajah terduga pelaku penyiram air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras ), Andrie Yunus yang beredar di jagat maya adalah rekayasa artificial intelligence (AI).
“Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoax, karena itu hasil rekayasa AI,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, dengan beredarnya video dan foto dari wajah terduga pelaku, mereka panik dan berusaha mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa AI.
Baca juga: Polisi Imbau Masyarakat Tidak Sebar Foto AI Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
“Dengan beredarnya video TKP ini sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik, pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau rekayasa AI,” ujar dia.
“Kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan dan pelaku sendiri untuk mengaburkan informasi untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh,” jelas dia.
“Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoax, karena itu hasil rekayasa AI,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, dengan beredarnya video dan foto dari wajah terduga pelaku, mereka panik dan berusaha mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa AI.
Baca juga: Polisi Imbau Masyarakat Tidak Sebar Foto AI Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
“Dengan beredarnya video TKP ini sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik, pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau rekayasa AI,” ujar dia.
“Kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan dan pelaku sendiri untuk mengaburkan informasi untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh,” jelas dia.
Lihat Juga :