Mudik 2026: Polisi Identifikasi Titik Rawan Macet dan Kecelakaan di Lingkar Gentong Tasikmalaya
Minggu, 15 Maret 2026 - 19:34 WIB
loading...
Titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan di Lingkar Gentong dan sekitarnya menuju Ciamis telah diidentifikasi Polres Tasikmalaya Kota. Pemudik diimbau memperhatikan keselamatan saat melintas jalur tersebut. Foto: Niko Prayoga
A
A
A
TASIKMALAYA - Titik rawan kemacetan (trouble spot) dan rawan kecelakaan (black spot) di Lingkar Gentong dan sekitarnya yang menuju Ciamis telah diidentifikasi Polres Tasikmalaya Kota. Pemudik diimbau memperhatikan keselamatan saat melintas jalur tersebut.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, black spot yang dimaksud yakni Tanjakan Gentong. Di area ini terdapat tanjakan yang memiliki kemiringan sehingga memengaruhi kestabilan kendaraan saat berbelok.
Baca juga: Pelabuhan Merak Penuh, Polisi Lakukan Buka Tutup Kendaraan Masuk
"Jadi kendaraan harus manuver terlebih dahulu. Kalau tidak manuver, kendaraan berat bisa berhenti mendadak dan langsung terjungkal," ujar Riki saat paparan di pos pengamanan Polres Tasikmalaya Kota, Minggu (15/3/2026).
Di Lingkar Gentong juga terdapat spot yang menjadi langganan berhenti truk. Ketika arus mudik sedang parah-parahnya, keberadaan truk yang menepi untuk istirahat dan makan ini menjadi ganjalan arus lalu lintas.
Mengenai trouble spot yang berpusat salah satunya di Simpang Tiga Pamoyanan. Di area tersebut adalah jalur penghubung antara kabupaten/kota. Simpang Tiga Pamoyanan menjadi penghubung arah Tasikmalaya ke Majalengka, Kuningan, hingga Ciamis.
Potensi rawan kemacetan bisa pula terjadi di sekitaran Polsek Rajapolah. Terdapat jalan raya gantung yang mengarah ke Ciamis. Biasanya ada hambatan arus lalu lintas dari laju truk sumbu tiga sehingga kawasan ini akan direvitalisasi sebagai kawasan kantong parkir kendaraan besar mengingat masih ada ruang parkir.
"Yang terakhir perbatasan dari Ciamis, Cihaurbeuti. Yang ini adalah perbatasan Kadipaten dengan Malangbong, Garut. Jadi dua sisi sepanjang 35 km yang dimiliki jalur arteri oleh Polres Tasikmalaya Kota," kata Riki.
Pergerakan arus kendaraan mudik Lebaran 2026 di jalur Lingkar Gentong, Tasikmalaya, hari ini masih terpantau lengang. Sejumlah titik yang biasanya menjadi langganan kemacetan setiap arus mudik tak terlihat penumpukan kendaraan.
Di berbagai titik krusial Lingkar Gentong, hanya mendapati dominasi kendaraan berpelat Z atau pelat domisili Tasikmalaya yang melewati perbatasan antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Malangbong menuju Jalan Nasional III.
Kendaraan berpelat luar daerah semisal Bandung, Jakarta, dan sekitarnya hanya sesekali terlihat melintas jalur Lingkar Gentong. Adapun jalur Gentong memiliki posisi strategis dalam arus mudik selatan Jawa Barat yang biasanya dipakai pemudik dari arah Bandung dan Garut menuju Tasikmalaya sampai Ciamis, bahkan bisa menembus jalur menuju Jawa Tengah.
Tak terlihat pergerakan kendaraan secara signifikan di Letter U Lingkar Gentong yang bercokol pos pengamanan dari Polres Tasikmalaya Kota. Arus lalu lintas sampai ke arah Rumah Makan Gentong juga terpantau sepi. Keadaan serupa terpantau hingga jalan menuju Rajapolah.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, black spot yang dimaksud yakni Tanjakan Gentong. Di area ini terdapat tanjakan yang memiliki kemiringan sehingga memengaruhi kestabilan kendaraan saat berbelok.
Baca juga: Pelabuhan Merak Penuh, Polisi Lakukan Buka Tutup Kendaraan Masuk
"Jadi kendaraan harus manuver terlebih dahulu. Kalau tidak manuver, kendaraan berat bisa berhenti mendadak dan langsung terjungkal," ujar Riki saat paparan di pos pengamanan Polres Tasikmalaya Kota, Minggu (15/3/2026).
Di Lingkar Gentong juga terdapat spot yang menjadi langganan berhenti truk. Ketika arus mudik sedang parah-parahnya, keberadaan truk yang menepi untuk istirahat dan makan ini menjadi ganjalan arus lalu lintas.
Mengenai trouble spot yang berpusat salah satunya di Simpang Tiga Pamoyanan. Di area tersebut adalah jalur penghubung antara kabupaten/kota. Simpang Tiga Pamoyanan menjadi penghubung arah Tasikmalaya ke Majalengka, Kuningan, hingga Ciamis.
Potensi rawan kemacetan bisa pula terjadi di sekitaran Polsek Rajapolah. Terdapat jalan raya gantung yang mengarah ke Ciamis. Biasanya ada hambatan arus lalu lintas dari laju truk sumbu tiga sehingga kawasan ini akan direvitalisasi sebagai kawasan kantong parkir kendaraan besar mengingat masih ada ruang parkir.
"Yang terakhir perbatasan dari Ciamis, Cihaurbeuti. Yang ini adalah perbatasan Kadipaten dengan Malangbong, Garut. Jadi dua sisi sepanjang 35 km yang dimiliki jalur arteri oleh Polres Tasikmalaya Kota," kata Riki.
Pergerakan arus kendaraan mudik Lebaran 2026 di jalur Lingkar Gentong, Tasikmalaya, hari ini masih terpantau lengang. Sejumlah titik yang biasanya menjadi langganan kemacetan setiap arus mudik tak terlihat penumpukan kendaraan.
Di berbagai titik krusial Lingkar Gentong, hanya mendapati dominasi kendaraan berpelat Z atau pelat domisili Tasikmalaya yang melewati perbatasan antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Malangbong menuju Jalan Nasional III.
Kendaraan berpelat luar daerah semisal Bandung, Jakarta, dan sekitarnya hanya sesekali terlihat melintas jalur Lingkar Gentong. Adapun jalur Gentong memiliki posisi strategis dalam arus mudik selatan Jawa Barat yang biasanya dipakai pemudik dari arah Bandung dan Garut menuju Tasikmalaya sampai Ciamis, bahkan bisa menembus jalur menuju Jawa Tengah.
Tak terlihat pergerakan kendaraan secara signifikan di Letter U Lingkar Gentong yang bercokol pos pengamanan dari Polres Tasikmalaya Kota. Arus lalu lintas sampai ke arah Rumah Makan Gentong juga terpantau sepi. Keadaan serupa terpantau hingga jalan menuju Rajapolah.
(jon)
Lihat Juga :