Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang Ditutup saat Hari Raya Nyepi
Rabu, 11 Maret 2026 - 16:17 WIB
loading...
Polisi menyatakan Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang ditutup saat perayaan Hari Raya Nyepi 2026 yang jatuh pada 19 Maret 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polisi menyatakan Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang ditutup saat perayaan Hari Raya Nyepi 2026 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
"Sudah diatur penutupan penyeberangan Gilimanuk menuju Ketapang pada pukul 05.00 pagi, sedangkan dari Ketapang menuju Gilimanuk ditutup pukul 17.00. Pengaturan ini sudah dituangkan dalam surat edaran Gubernur dan telah disosialisasikan kepada masyarakat," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Sementara itu, Agus menyebut, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ialah sinergi dan kolaborasi bersama dengan semua pihak. Mengingat, Nyepi berlangsung bersamaan dengan Hari Raya Lebaran.
Baca juga: Cegah Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap Minta Ini
"Operasi Ketupat Tahun 2026 adalah Operasi Kemanusiaan, jadi Bapak Kapolri membuat tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Sukses Operasi Ketupat 2025 adalah menurunkan angka kecelakaan sebesar 31% dan fatalitas korban meninggal dunia sebanyak 50%," ujarnya.
Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 bukan hanya mengurusi mudik balik, melainkan peran negara hadir dalam menjaga momentum spiritual pada Hari Raya Lebaran agar senantiasa aman dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan lancar di bidang lalu lintas.
Lihat video: Ratusan Sopir Truk Ekspedisi Demo Protes Pelayanan Pelabuhan Ketapang
"Jadi Mabes Polri, Kementerian sudah menyiapkan langkah-langkah. Jadi Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, tetapi negara hadir memastikan bahwa negara menjamin mengamankan momentum daripada sosial dan spiritual dari sisi harkamtibmas dan tertib di bidang lalu lintas," ungkapnya.
Selain kerja sama dengan stakeholder, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga didukung dengan penggunaan teknologi yang menopang seluruh data pergerakan kendaraan di setiap jalur mudik.
"Tahun 2026, untuk meningkatkan sukses (Ops Ketupat) 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital, untuk memantau flow dari traffic counting (penghitungan kendaraan). Parameter jumlah kendaraan itu akan jadi dasar untuk memutuskan rekayasa lalu lintas,” ucap Agus.
"Sudah diatur penutupan penyeberangan Gilimanuk menuju Ketapang pada pukul 05.00 pagi, sedangkan dari Ketapang menuju Gilimanuk ditutup pukul 17.00. Pengaturan ini sudah dituangkan dalam surat edaran Gubernur dan telah disosialisasikan kepada masyarakat," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Sementara itu, Agus menyebut, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ialah sinergi dan kolaborasi bersama dengan semua pihak. Mengingat, Nyepi berlangsung bersamaan dengan Hari Raya Lebaran.
Baca juga: Cegah Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Gapasdap Minta Ini
"Operasi Ketupat Tahun 2026 adalah Operasi Kemanusiaan, jadi Bapak Kapolri membuat tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Sukses Operasi Ketupat 2025 adalah menurunkan angka kecelakaan sebesar 31% dan fatalitas korban meninggal dunia sebanyak 50%," ujarnya.
Menurutnya, Operasi Ketupat 2026 bukan hanya mengurusi mudik balik, melainkan peran negara hadir dalam menjaga momentum spiritual pada Hari Raya Lebaran agar senantiasa aman dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan lancar di bidang lalu lintas.
Lihat video: Ratusan Sopir Truk Ekspedisi Demo Protes Pelayanan Pelabuhan Ketapang
"Jadi Mabes Polri, Kementerian sudah menyiapkan langkah-langkah. Jadi Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, tetapi negara hadir memastikan bahwa negara menjamin mengamankan momentum daripada sosial dan spiritual dari sisi harkamtibmas dan tertib di bidang lalu lintas," ungkapnya.
Selain kerja sama dengan stakeholder, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga didukung dengan penggunaan teknologi yang menopang seluruh data pergerakan kendaraan di setiap jalur mudik.
"Tahun 2026, untuk meningkatkan sukses (Ops Ketupat) 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital, untuk memantau flow dari traffic counting (penghitungan kendaraan). Parameter jumlah kendaraan itu akan jadi dasar untuk memutuskan rekayasa lalu lintas,” ucap Agus.
(cip)
Lihat Juga :