Lazisnu Salurkan Bantuan Ramadan untuk Korban Bencana di Jawa dan Sumatra
Selasa, 10 Maret 2026 - 21:54 WIB
loading...
NU Care-LAZISNU menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. FOTO/IST
A
A
A
ACEH - Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan NU Care-LAZISNU untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui program Solidaritas Ramadan, lembaga filantropi milik Nahdlatul Ulama ini menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan di sembilan kabupaten terdampak bencana di wilayah Jawa dan Sumatra pada 5-13 Maret 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah daerah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen di Provinsi Aceh; Tapanuli Selatan di Sumatra Utara; Pasaman Barat; serta Kabupaten Tegal. Di beberapa lokasi, penyaluran bantuan juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama dan peringatan Nuzulul Qur’an bersama warga yang masih berjuang bangkit dari bencana banjir, tanah longsor, maupun tanah bergerak.
"Perlengkapan ibadah yang disalurkan antara lain mukena, sarung, dan Al-Qur’an. Bantuan ini diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman, termasuk saat melaksanakan salat tarawih," kata Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, saat mengawal penyaluran bantuan di Aceh Tamiang, Jumat (6/03/2026).
Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga diberikan kepada anak-anak, seperti tas, buku tulis, alat tulis, dan buku gambar. Santunan tunai turut disalurkan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa. Untuk memperkuat nilai religius sekaligus mendukung pemulihan psikologis warga, relawan NU Peduli juga mengirim para dai ke mushala dan masjid darurat serta mengadakan kegiatan psikososial atau trauma healing bagi para penyintas bencana.
Riri mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayah terdampak masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Meski bencana terjadi beberapa bulan lalu, banyak warga yang masih tinggal di tenda pengungsian atau rumah dengan kondisi terbatas.
"Kondisi itu membuat kami merasa sangat prihatin. Karena itu, NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU dan lembaga-lembaga NU serta banom-banom NU hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapat dukungan, terutama di bulan Ramadan," katanya.
Tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, program ini juga membantu pembangunan sejumlah fasilitas darurat seperti masjid, mushala, madrasah, hingga sarana mandi, cuci, kakus (MCK). Bantuan air bersih juga menjadi fokus program.
Direktur Program NU Care-LAZISNU, Syarifuddin, menyebut pihaknya menyalurkan 15 truk air bersih untuk lima desa di Kabupaten Bireuen dengan titik distribusi utama di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.
"Kami hadir di Pante Lhong untuk memastikan amanah dari para donatur sampai ke tangan yang tepat. Bantuan ini merupakan program kerja sama NU Care-LAZISNU dan Shopee Barokah," ujar Syarifuddin saat memantau proses distribusi air bersih di Kabupaten Bireuen.
Berbagai bantuan tersebut disambut positif oleh warga. Kepala Desa Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Murjal, mengatakan distribusi air bersih sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akses air. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian organisasi terhadap persoalan mendasar masyarakat desa.
"Kami sangat berterima kasih kepada NU Care-LAZISNU. Bantuan 15 truk air untuk 5 desa ini, termasuk desa kami Pante Lhong, sangat berarti. Ini adalah bukti nyata bahwa NU hadir memberikan solusi bagi persoalan mendasar di desa," ungkap Murjal.
Apresiasi serupa juga disampaikan Sekretaris Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Dasril B. Ia menyebut kehadiran tim kemanusiaan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Sementara itu, Camat Jatinegara, Kabupaten Tegal, H. Mohamad Sugeng, menyampaikan terdapat sekitar 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari. Menurutnya, bantuan dari NU Care-LAZISNU sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit dari kondisi tersebut.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah daerah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen di Provinsi Aceh; Tapanuli Selatan di Sumatra Utara; Pasaman Barat; serta Kabupaten Tegal. Di beberapa lokasi, penyaluran bantuan juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama dan peringatan Nuzulul Qur’an bersama warga yang masih berjuang bangkit dari bencana banjir, tanah longsor, maupun tanah bergerak.
"Perlengkapan ibadah yang disalurkan antara lain mukena, sarung, dan Al-Qur’an. Bantuan ini diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman, termasuk saat melaksanakan salat tarawih," kata Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, saat mengawal penyaluran bantuan di Aceh Tamiang, Jumat (6/03/2026).
Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga diberikan kepada anak-anak, seperti tas, buku tulis, alat tulis, dan buku gambar. Santunan tunai turut disalurkan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa. Untuk memperkuat nilai religius sekaligus mendukung pemulihan psikologis warga, relawan NU Peduli juga mengirim para dai ke mushala dan masjid darurat serta mengadakan kegiatan psikososial atau trauma healing bagi para penyintas bencana.
Riri mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayah terdampak masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Meski bencana terjadi beberapa bulan lalu, banyak warga yang masih tinggal di tenda pengungsian atau rumah dengan kondisi terbatas.
"Kondisi itu membuat kami merasa sangat prihatin. Karena itu, NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU dan lembaga-lembaga NU serta banom-banom NU hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapat dukungan, terutama di bulan Ramadan," katanya.
Tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, program ini juga membantu pembangunan sejumlah fasilitas darurat seperti masjid, mushala, madrasah, hingga sarana mandi, cuci, kakus (MCK). Bantuan air bersih juga menjadi fokus program.
Direktur Program NU Care-LAZISNU, Syarifuddin, menyebut pihaknya menyalurkan 15 truk air bersih untuk lima desa di Kabupaten Bireuen dengan titik distribusi utama di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.
"Kami hadir di Pante Lhong untuk memastikan amanah dari para donatur sampai ke tangan yang tepat. Bantuan ini merupakan program kerja sama NU Care-LAZISNU dan Shopee Barokah," ujar Syarifuddin saat memantau proses distribusi air bersih di Kabupaten Bireuen.
Berbagai bantuan tersebut disambut positif oleh warga. Kepala Desa Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Murjal, mengatakan distribusi air bersih sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akses air. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian organisasi terhadap persoalan mendasar masyarakat desa.
"Kami sangat berterima kasih kepada NU Care-LAZISNU. Bantuan 15 truk air untuk 5 desa ini, termasuk desa kami Pante Lhong, sangat berarti. Ini adalah bukti nyata bahwa NU hadir memberikan solusi bagi persoalan mendasar di desa," ungkap Murjal.
Apresiasi serupa juga disampaikan Sekretaris Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Dasril B. Ia menyebut kehadiran tim kemanusiaan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Sementara itu, Camat Jatinegara, Kabupaten Tegal, H. Mohamad Sugeng, menyampaikan terdapat sekitar 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari. Menurutnya, bantuan dari NU Care-LAZISNU sangat berarti bagi warga yang sedang berupaya bangkit dari kondisi tersebut.
(abd)
Lihat Juga :