Indonesia Re Gandeng Akademisi dan Pemerintah Perkuat Pusat Riset Risiko Bencana Nasional
Rabu, 04 Maret 2026 - 22:55 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Dalam rangka memperkuat ketahanan Indonesia terhadap risiko bencana berbagai upaya terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang menempatkan pemodelan risiko sebagai fondasi utama kebijakan transfer risiko nasional. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan International Seminar on Disaster Risk Transfer pada 11–12 Februari 2026 di éL Hotel Bandung, yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung serta didukung oleh World Bank.
Seminar internasional ini menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, serta praktisi dari berbagai negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) Indonesia melalui diseminasi model risiko bencana tingkat internasional, pertukaran pengetahuan tingkat tinggi, serta penguatan instrumen transfer risiko nasional.
Dalam forum ini, Indonesia Re juga berperan aktif sebagaimana konsistensi dukungan yang diwujudkan dalam pengembangan ekosistem DRFI nasional, mulai dari dukungan kajian penilaian risiko bencana, perancangan produk asuransi parametrik untuk gempa bumi dan banjir, penguatan kerangka regulasi, hingga pelaksanaan berbagai program capacity building dan focus group discussion yang memperkuat kompetensi tim nasional sesuai standar internasional.
Indonesia Re juga mempresentasikan skema transfer risiko Indonesia berbasis asuransi parametrik, termasuk struktur trigger, mekanisme payout, serta kapasitas reasuransi nasional. Presentasi tersebut mendapat apresiasi luas dari peserta domestik maupun internasional sebagai model kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam pengelolaan risiko bencana.
Selain kontribusi teknis, Indonesia Re turut berperan sebagai ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB, mengoordinasikan partisipasi pelaku industri reasuransi global dan nasional, menjadi narasumber dalam forum, serta mendukung penguatan kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan pusat riset risiko bencana nasional.
Seminar internasional ini menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, serta praktisi dari berbagai negara. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) Indonesia melalui diseminasi model risiko bencana tingkat internasional, pertukaran pengetahuan tingkat tinggi, serta penguatan instrumen transfer risiko nasional.
Dalam forum ini, Indonesia Re juga berperan aktif sebagaimana konsistensi dukungan yang diwujudkan dalam pengembangan ekosistem DRFI nasional, mulai dari dukungan kajian penilaian risiko bencana, perancangan produk asuransi parametrik untuk gempa bumi dan banjir, penguatan kerangka regulasi, hingga pelaksanaan berbagai program capacity building dan focus group discussion yang memperkuat kompetensi tim nasional sesuai standar internasional.
Indonesia Re juga mempresentasikan skema transfer risiko Indonesia berbasis asuransi parametrik, termasuk struktur trigger, mekanisme payout, serta kapasitas reasuransi nasional. Presentasi tersebut mendapat apresiasi luas dari peserta domestik maupun internasional sebagai model kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam pengelolaan risiko bencana.
Selain kontribusi teknis, Indonesia Re turut berperan sebagai ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB, mengoordinasikan partisipasi pelaku industri reasuransi global dan nasional, menjadi narasumber dalam forum, serta mendukung penguatan kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan pusat riset risiko bencana nasional.
Lihat Juga :