Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Tunda Keberangkatan Umrah
Minggu, 01 Maret 2026 - 19:36 WIB
loading...
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau penundaan jadwal keberangkatan jemaah umrah dalam waktu dekat terkait terjadinya perang Iran Vs AS-Israel. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu efek domino hingga ke Tanah Air. Merespons eskalasi keamanan yang kian dinamis, pemerintah mengambil langkah tegas demi menjamin keselamatan warga negara. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi mengimbau penundaan jadwal keberangkatan jemaah umrah dalam waktu dekat.
Keputusan strategis ini bukan tanpa alasan kuat. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut langkah ini sebagai bentuk mitigasi dan kehati-hatian tingkat tinggi dari negara. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: 58 Ribu Jemaah Umrah RI Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Selly Gantina: Negara Wajib Pulangkan
Kebijakan ini juga menaruh perhatian penuh pada nasib jemaah yang saat ini telanjur berada di Arab Saudi. Pemerintah meminta jemaah maupun keluarga di Indonesia untuk menahan diri dan tidak panik. Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah membangun garis koordinasi ketat dengan otoritas Saudi, maskapai penerbangan, hingga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Sinergi lintas sektoral tersebut bertujuan memastikan tidak ada jemaah Indonesia yang telantar akibat potensi gangguan penerbangan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tegas Wamenhaj.
Di tengah situasi genting seperti ini, arus misinformasi menjadi ancaman tersendiri di ruang publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menutup rapat telinga dari kabar burung yang tak berdasar. Publik diminta hanya merujuk pada saluran resmi pemerintah guna meredam kesimpangsiuran informasi.
Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel, Kemlu RI Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
Lantas, bagaimana dengan nasib penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M? Pemerintah memastikan persiapan haji tetap berjalan aman di atas relnya. Dinamika keamanan di Timur Tengah saat ini dipastikan belum berdampak pada tahapan perencanaan maupun jadwal operasional haji nasional.
Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dan pembaruan informasi secara berkala kepada publik. “Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,”pungkas Dahnil.
Keputusan strategis ini bukan tanpa alasan kuat. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut langkah ini sebagai bentuk mitigasi dan kehati-hatian tingkat tinggi dari negara. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: 58 Ribu Jemaah Umrah RI Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Selly Gantina: Negara Wajib Pulangkan
Kebijakan ini juga menaruh perhatian penuh pada nasib jemaah yang saat ini telanjur berada di Arab Saudi. Pemerintah meminta jemaah maupun keluarga di Indonesia untuk menahan diri dan tidak panik. Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah membangun garis koordinasi ketat dengan otoritas Saudi, maskapai penerbangan, hingga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Sinergi lintas sektoral tersebut bertujuan memastikan tidak ada jemaah Indonesia yang telantar akibat potensi gangguan penerbangan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tegas Wamenhaj.
Di tengah situasi genting seperti ini, arus misinformasi menjadi ancaman tersendiri di ruang publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menutup rapat telinga dari kabar burung yang tak berdasar. Publik diminta hanya merujuk pada saluran resmi pemerintah guna meredam kesimpangsiuran informasi.
Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel, Kemlu RI Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
Lantas, bagaimana dengan nasib penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M? Pemerintah memastikan persiapan haji tetap berjalan aman di atas relnya. Dinamika keamanan di Timur Tengah saat ini dipastikan belum berdampak pada tahapan perencanaan maupun jadwal operasional haji nasional.
Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dan pembaruan informasi secara berkala kepada publik. “Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,”pungkas Dahnil.
(shf)
Lihat Juga :