Serap Aspirasi, Misbakhun Ajak Konstituen Sukseskan Koperasi Merah Putih dan MBG
Minggu, 01 Maret 2026 - 18:21 WIB
loading...
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menggelar pertemuan serap aspirasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026). FOTO/IST
A
A
A
PROBOLINGGO - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengajak konstituennya mendukung serta menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Politikus Partai Golkar itu meyakini dua program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut akan menggerakkan perekonomian dan bermanfaat bagi generasi masa depan.
Misbakhun menyampaikan ajakannya itu dalam pertemuan serap aspirasi di tiga lokasi di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/2/2026), yakni di Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Gending, dan Kecamatan Leces. Serap aspirasi itu merupakan kegiatan dalam rangka masa reses DPR pada 20 Februari-9 Maret 2026.
Dalam serap aspirasi yang dihadiri para kepala desa, ulama, tokoh masyarakat, dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Probolinggo itu, Misbakhun menjelaskan tentang KDMP yang akan menjadi instrumen penggerak ekonomi desa.
Menurut Misbakhun, saat ini perekonomian nasional berada dalam tekanan dinamika global dan geopolitik internasional. Untuk meredam gejolak itu, katanya, pemerintahan Presiden Prabowo berupaya keras membangun stabilitas ekonomi nasional, termasuk dengan memperkuat ekonomi di tingkat desa melalui program yang juga dikenal dengan sebutan Kopdes Merah Putih tersebut.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) itu menuturkan program KDMP melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN). Misbakhun menyebut lembaga keuangan yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yang sudah memiliki jaringan hingga perdesaan itu akan mendukung KDMP.
"Jadi, kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM bisa berputar di desa sendiri. Kalau ekonomi desa bergerak, pertumbuhan nasional ikut terdorong," ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Adapun mengenai MBG, Misbakhun menekankan program yang menjangkau anak-anak sekolah, santri, ibu hamil, dan ibu menyusui, itu merupakan bagian dari upaya negara memastikan generasi masa depan Indonesia memiliki kualitas gizi yang baik.
"Generasi masa depan Indonesia harus dibekali dengan gizi yang cukup agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga maupun negara maju. Kita tidak boleh kalah dalam menyiapkan kualitas generasi penerus bangsa," ujar Misbakhun dalam serap aspirasi di Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Legislator di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR itu menjelaskan alokasi anggaran untuk MBG pada 2026 mencapai skitar Rp350 triliun. Misbakhun menyebut anggaran itu sebagai bagian investasi jangka panjang bangsa membentuk generasi masa depan.
Peraih gelar doktor ilmu ekonomi dari Universitas Trisakti itu menegaskan bahwa program MBG telah dirancang melalui berbagai pertimbangan. Kalaupun masih ada kekurangan dalam realisasi MBG, Misbakhun menyebutnya sebagai hal wajar karena program itu masih baru.
Misbakhun menepis anggapan soal MBG telah menggerus anggaran pendidikan. Menurut dia, negara memberikan peluang yang setara bagi seluruh anak Indonesia. "Baik dari keluarga sederhana maupun dari latar belakang apa pun, semuanya memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan dan mengabdi kepada bangsa sesuai kemampuan dan ketulusannya," ujarnya.
Dalam setiap pertemuan itu Misbakhun juga mengungkap soal Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahaadalia menugaskannya aktif menjelaskan soal KDMP dan MBG. Wakil rakyat asal Pasuruan itu menegaskan bahwa Golkar sebagai pendukung Presiden Prabowo berkewajiban menyukseskan program-program pemerintahan saat ini.
Oleh karena itu, Misbakhun dalam pertemuan di setiap titik serap aspirasi juga menggelar dialog interaktif. Tujuannya tidak hanya memberikan penjelasan kepada konstituen, tetapi juga mencari masukan dari para pemilihnya untuk menjadikan program-program pemerintah berjalan baik dan berhasil.
"Setiap masukan dari desa akan saya perjuangkan. Program pemerintah tidak hanya harus kuat di konsep, tetapi juga tepat dalam pelaksanaan," ucapnya.
Misbakhun menyampaikan ajakannya itu dalam pertemuan serap aspirasi di tiga lokasi di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (28/2/2026), yakni di Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Gending, dan Kecamatan Leces. Serap aspirasi itu merupakan kegiatan dalam rangka masa reses DPR pada 20 Februari-9 Maret 2026.
Dalam serap aspirasi yang dihadiri para kepala desa, ulama, tokoh masyarakat, dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Probolinggo itu, Misbakhun menjelaskan tentang KDMP yang akan menjadi instrumen penggerak ekonomi desa.
Menurut Misbakhun, saat ini perekonomian nasional berada dalam tekanan dinamika global dan geopolitik internasional. Untuk meredam gejolak itu, katanya, pemerintahan Presiden Prabowo berupaya keras membangun stabilitas ekonomi nasional, termasuk dengan memperkuat ekonomi di tingkat desa melalui program yang juga dikenal dengan sebutan Kopdes Merah Putih tersebut.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) itu menuturkan program KDMP melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN). Misbakhun menyebut lembaga keuangan yang tergabung dalam Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yang sudah memiliki jaringan hingga perdesaan itu akan mendukung KDMP.
"Jadi, kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM bisa berputar di desa sendiri. Kalau ekonomi desa bergerak, pertumbuhan nasional ikut terdorong," ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Adapun mengenai MBG, Misbakhun menekankan program yang menjangkau anak-anak sekolah, santri, ibu hamil, dan ibu menyusui, itu merupakan bagian dari upaya negara memastikan generasi masa depan Indonesia memiliki kualitas gizi yang baik.
"Generasi masa depan Indonesia harus dibekali dengan gizi yang cukup agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga maupun negara maju. Kita tidak boleh kalah dalam menyiapkan kualitas generasi penerus bangsa," ujar Misbakhun dalam serap aspirasi di Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Legislator di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR itu menjelaskan alokasi anggaran untuk MBG pada 2026 mencapai skitar Rp350 triliun. Misbakhun menyebut anggaran itu sebagai bagian investasi jangka panjang bangsa membentuk generasi masa depan.
Peraih gelar doktor ilmu ekonomi dari Universitas Trisakti itu menegaskan bahwa program MBG telah dirancang melalui berbagai pertimbangan. Kalaupun masih ada kekurangan dalam realisasi MBG, Misbakhun menyebutnya sebagai hal wajar karena program itu masih baru.
Misbakhun menepis anggapan soal MBG telah menggerus anggaran pendidikan. Menurut dia, negara memberikan peluang yang setara bagi seluruh anak Indonesia. "Baik dari keluarga sederhana maupun dari latar belakang apa pun, semuanya memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan dan mengabdi kepada bangsa sesuai kemampuan dan ketulusannya," ujarnya.
Dalam setiap pertemuan itu Misbakhun juga mengungkap soal Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahaadalia menugaskannya aktif menjelaskan soal KDMP dan MBG. Wakil rakyat asal Pasuruan itu menegaskan bahwa Golkar sebagai pendukung Presiden Prabowo berkewajiban menyukseskan program-program pemerintahan saat ini.
Oleh karena itu, Misbakhun dalam pertemuan di setiap titik serap aspirasi juga menggelar dialog interaktif. Tujuannya tidak hanya memberikan penjelasan kepada konstituen, tetapi juga mencari masukan dari para pemilihnya untuk menjadikan program-program pemerintah berjalan baik dan berhasil.
"Setiap masukan dari desa akan saya perjuangkan. Program pemerintah tidak hanya harus kuat di konsep, tetapi juga tepat dalam pelaksanaan," ucapnya.
(abd)
Lihat Juga :