Perkuat Silaturahmi dengan Ulama, Kaesang Kunjungi Dua Pesantren di Pandeglang
Jum'at, 27 Februari 2026 - 10:29 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengunjungi dua pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pandeglang, Banten. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Safari Ramadan 1447 Hijriah, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengunjungi dua pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pandeglang, Banten. Silaturahmi ini merupakan upaya mempererat hubungan dengan para ulama.
Kaesang tiba di kediaman ulama kharismatik Abuya Muhtadi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Fathul Ma’ani di Kecamatan Menes, Pandeglang.
Dalam kunjungannya, Kaesang didampingi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali serta Ketua Dewan Pembina PSI Banten Ian Pribadi beserta jajaran pengurus lainnya. Kedatangan Kaesang berlangsung hangat dan disambut antusias para santri.
Baca juga: Safari Ramadan, Kaesang Silaturahmi ke Pondok Pesantren Abuya Muhtadi
Tampak Kaesang bercengkrama dan melempar sejumlah pertanyaan kepada santri mulai dari hafalan surat Al-Qur’an hingga pengetahuan umum seperti nama Presiden ke-2 RI. Santri yang mampu menjawab dengan benar langsung mendapat hadiah.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan, safari Ramadan ini menjadi momentum bagi partainya untuk mempererat silaturahmi dengan kalangan ulama dan pesantren.
“Karena ini bulan suci Ramadan, bulan yang baik, maka kami mengunjungi tempat-tempat yang baik dengan harapan mendapat berkah dari Allah SWT,” kata Ali, Jumat (26/2/2026).
Lihat video: Kandang Banteng Mau Direbut? Kaesang Minta PSI Menang Mutlak di Jateng 2029!
Menurut Ali, kunjungan ke pesantren juga menjadi sarana bagi kader PSI untuk belajar dan memperdalam pemahaman keagamaan serta budaya. “Saya sampaikan kepada kader PSI, jadikan pondok pesantren sebagai tempat belajar. Jadikan ulama dan kiai sebagai guru, terutama ketika lelah dalam kerja-kerja partai,” ujarnya.
Ali menekankan pentingnya menjadikan ulama sebagai rujukan agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang memicu kegaduhan. Ia juga mengingatkan agar pesantren dan kiai tidak dijadikan alat kepentingan politik. “Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik untuk memenangkan partai,” tegasnya.
Ali menambahkan, kunjungan di Pandeglang ini merupakan silaturahmi kepada Abuya Muhtadi serta ke Pondok Pesantren Fathul Ma’ani di Menes sebagai bagian dari rangkaian safari Ramadan PSI.
Kaesang tiba di kediaman ulama kharismatik Abuya Muhtadi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Fathul Ma’ani di Kecamatan Menes, Pandeglang.
Dalam kunjungannya, Kaesang didampingi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali serta Ketua Dewan Pembina PSI Banten Ian Pribadi beserta jajaran pengurus lainnya. Kedatangan Kaesang berlangsung hangat dan disambut antusias para santri.
Baca juga: Safari Ramadan, Kaesang Silaturahmi ke Pondok Pesantren Abuya Muhtadi
Tampak Kaesang bercengkrama dan melempar sejumlah pertanyaan kepada santri mulai dari hafalan surat Al-Qur’an hingga pengetahuan umum seperti nama Presiden ke-2 RI. Santri yang mampu menjawab dengan benar langsung mendapat hadiah.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan, safari Ramadan ini menjadi momentum bagi partainya untuk mempererat silaturahmi dengan kalangan ulama dan pesantren.
“Karena ini bulan suci Ramadan, bulan yang baik, maka kami mengunjungi tempat-tempat yang baik dengan harapan mendapat berkah dari Allah SWT,” kata Ali, Jumat (26/2/2026).
Lihat video: Kandang Banteng Mau Direbut? Kaesang Minta PSI Menang Mutlak di Jateng 2029!
Menurut Ali, kunjungan ke pesantren juga menjadi sarana bagi kader PSI untuk belajar dan memperdalam pemahaman keagamaan serta budaya. “Saya sampaikan kepada kader PSI, jadikan pondok pesantren sebagai tempat belajar. Jadikan ulama dan kiai sebagai guru, terutama ketika lelah dalam kerja-kerja partai,” ujarnya.
Ali menekankan pentingnya menjadikan ulama sebagai rujukan agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang memicu kegaduhan. Ia juga mengingatkan agar pesantren dan kiai tidak dijadikan alat kepentingan politik. “Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik untuk memenangkan partai,” tegasnya.
Ali menambahkan, kunjungan di Pandeglang ini merupakan silaturahmi kepada Abuya Muhtadi serta ke Pondok Pesantren Fathul Ma’ani di Menes sebagai bagian dari rangkaian safari Ramadan PSI.
(cip)
Lihat Juga :