Banjir Kepung 3 Daerah di NTB: 1 Warga Meninggal, 2.000 Lebih KK Terdampak

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:28 WIB
loading...
Banjir Kepung 3 Daerah...
BNPB mencatat tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat dikepung banjir. Foto: Dok BNPB
A A A
NTB - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat dikepung banjir. Akibatnya, satu warga meninggal dunia dan lebih dari 2 ribu Kepala Keluarga terdampak.

Adapun yang pertama adalah banjir di Kabupaten Lombok Timur, akibat dipicu oleh hujan lebat disertai angin kencang sehingga menyebabkan satu warga hilang terseret arus banjir pada Selasa (24/2) siang.

"Saat ditemukan beberapa jam kemudian, korban sudah tidak bernyawa. Selain itu sebanyak 604 Kepala Keluarga (KK) atau 2.848 jiwa yang tersebar di 11 desa dan satu kelurahan terdampak," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/2/2026).

Banjir Kepung 3 Daerah di NTB: 1 Warga Meninggal, 2.000 Lebih KK Terdampak


Baca juga: BMKG Tegaskan Kabar Prediksi Gempa Megathrust Besar Tahun 2026 Hoaks



Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB dikerahkan untuk melakukan rangkaian upaya penanganan darurat mulai dari pendataan, pencarian dan pertolongan korban.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi NTB juga telah mendirikan tenda darurat di Desa Pijot, Kecamatan Keruak untuk penanganan warga terdampak. Hingga Selasa malam banjir masih menggenangi wilayah terdampak dengan ketinggian bervariasi.

Sementara itu di Kabupaten Lombok Tengah, kata Aam sapaan Abdul Muhari, banjir berdampak pada 12 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pujut, Praya Timur dan Praya Barat pada Selasa (24/2). Tercatat 1.115 KK terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi.

BPBD Provinsi NTB menuju lokasi dengan membawa bantuan logistik berupa tiga unit tenda, lampu, perahu, genset, alas tidur dan mi instan. Petugas terus memantau dan melakukan update pendataan dikarenakan banjir masih menggenang di wilayah terdampak.

Lokasi terakhir, kata Aam, di Kabupaten Lombok Barat, yang mana banjir terjadi Desa Tempos, Kecamatan Gerung pada Selasa (24/2). Peristiwa ini menyebabkan 35 unit rumah terdampak. Di samping itu satu akses jalan terganggu akibat tergerus derasnya arus banjir hingga memakan setengah badan jalan.

"Petugas memasang safety line sementara warga diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila melewati jalur Desa Tempos yang terdampak," jelasnya.

Menyikapi berbagai kejadian bencana banjir tersebut, Aam mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Kesiapsiagaan diperlukan dalam menghadapi potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah.

"Masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau untuk secara berkala memantau ketinggian muka air. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri jika diperlukan," imbaunya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Cuaca Ekstrem, Jemaah...
Cuaca Ekstrem, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tak Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berita Terkini
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved