Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet, DPRD Minta Dishub DKI Lakukan Pengaturan Lalin

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:13 WIB
loading...
Proyek Flyover Latumenten...
Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meninjau pembangunan Flyover Latumenten, Grogol, Jakarta Barat yang kerap memicu kemacetan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat kerap membuat kemacetan parah di Grogol. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta diminta segera lakukan pengaturan lalu lintas (Lalin).

Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth yang menerima keluhan warga lantas mengecek langsung tempat tersebut. "Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," ujar Kent dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Saat meninjau lapangan, anggota Komisi C DPRD Jakarta itu mendapatkan fakta Jalan Latumenten yang semula memiliki tiga lajur kini menyempit drastis menjadi hanya satu lajur aktif. Penyempitan ekstrem membuat antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Baca juga: Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Akui Banjir dan Kemacetan Masih Jadi PR

Kent menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api, yang mana titik berhentinya sangat rawan penumpukan kendaraan. Terlebih, masih melintasnya truk kontainer dan bus berukuran besar di ruas jalan yang kini menyempit, harusnya selama proyek berlangsung kendaraan besar dialihkan ke jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas.

Lihat video: Ini Dia Jurus Pramono Atasi Banjir dan Macet Jakarta


Kent menambahkan, proyek strategis tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga. "Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret, harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot. Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah?" katanya.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan menambahkan, pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif. Namun, untuk pembatasan kendaraan besar, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.

"Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update," bebernya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved