Berdayakan UMKM, Tim Dosen Unitomo Lakukan Pelatihan Manajemen Usaha
Selasa, 24 Februari 2026 - 10:37 WIB
loading...
Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr Soetomo (Unitomo) melakukan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di UMKM UD Cibuyam Suroboyo. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr Soetomo ( Unitomo ) melakukan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di UMKM UD Cibuyam Suroboyo. UMKM ini memiliki produk utama berupa krispi ikan bulu ayam dan krupuk ikan bulu ayam.
Kegiatan di kawasan pesisir pantai Kenjeran, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya ini untuk meningkatkan keberdayaan dan manajemen usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Program ini mendapat pendanaan dari DIPA Unitomo Tahun Anggaran 2025. Baca juga: Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dorong Penjualan Daring
Ketua tim pelaksana yakni Rina Sulistiyani dan dua dosen Jovi Iristian dan Agus Surya Bharmawan. Tim juga dibantu tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Rina mengatakan, penerapan teknologi pada manajemen produksi, pemasaran dan manajemen usaha merupakan hal krusial bagi UMKM.
"Untuk itu kami memastikan bahwa program pelatihan dan pendampingan, ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan tidak hanya bagi UMKM Cibuyam Suroboyo. Juga memastikan terjadi multiplier effect dan backward-forward linkage pada usaha-usaha lain," kata Rina dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, tim menyerahkan lima unit alat perajang stainless steel sebagai alat perajang adonan krupuk dan satu unit mesin peniris air yang berfungsi meniriskan ikan bulu ayam segar sebagai bahan baku utama pembuatan krupuk dan krispi ikan bulu ayam. Kedua alat produksi ini menjamin higienitas produk dan efisiensi proses produksi. "Dengan demikian akan terjadi peningkatan kapasitas produksi," terangnya.
Kegiatan ini mencakup pelatihan dan pendampingan mendesain kemasan produk, pelatihan dan pendampingan promosi digital, pelatihan dan pendampingan strategi rekuitmen tenaga pemasaran. Selain itu juga pelatihan dan pendampingan pembukuan sederhana berbasis aplikasi, membuat struktur organisasi dan job description, pelatihan dan pendampingan pengoperasian alat perajang dan mesin peniris air, dan diversifikasi produk.
Program ini sukses menghasilkan produk baru, yakni kripik ikan bulu ayam. Hal ini sekaligus menangkis mitos dikalangan pengelola UMKM bahwa inovasi identik dengan biaya. Terbukti, dari bahan baku yang sama bisa diciptakan beragam produk. Baca juga: Unitomo Terapkan Teknologi Hijau dan Digitalisasi di Desa Ngampungan Jombang
Ketua UMKM Cibuyam Suroboyo, Luluk Ainiah mengapresiasi program ini karena mendatangkan banyak manfaat. Selain pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan usaha meningkat, juga keberhasilan menciptakan produk baru, kripik ikan bulu ayam.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM diharapkan dapat menjadi role mode UMKM berdaya dan berkelanjutan berbasis kekayaan hasil laut dengan sentuhan tekonologi, serta makin meningkatkan potensi sektor perikanan dan kelautan pesisir Surabaya.
Kegiatan di kawasan pesisir pantai Kenjeran, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya ini untuk meningkatkan keberdayaan dan manajemen usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Program ini mendapat pendanaan dari DIPA Unitomo Tahun Anggaran 2025. Baca juga: Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dorong Penjualan Daring
Ketua tim pelaksana yakni Rina Sulistiyani dan dua dosen Jovi Iristian dan Agus Surya Bharmawan. Tim juga dibantu tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Rina mengatakan, penerapan teknologi pada manajemen produksi, pemasaran dan manajemen usaha merupakan hal krusial bagi UMKM.
"Untuk itu kami memastikan bahwa program pelatihan dan pendampingan, ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan tidak hanya bagi UMKM Cibuyam Suroboyo. Juga memastikan terjadi multiplier effect dan backward-forward linkage pada usaha-usaha lain," kata Rina dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, tim menyerahkan lima unit alat perajang stainless steel sebagai alat perajang adonan krupuk dan satu unit mesin peniris air yang berfungsi meniriskan ikan bulu ayam segar sebagai bahan baku utama pembuatan krupuk dan krispi ikan bulu ayam. Kedua alat produksi ini menjamin higienitas produk dan efisiensi proses produksi. "Dengan demikian akan terjadi peningkatan kapasitas produksi," terangnya.
Kegiatan ini mencakup pelatihan dan pendampingan mendesain kemasan produk, pelatihan dan pendampingan promosi digital, pelatihan dan pendampingan strategi rekuitmen tenaga pemasaran. Selain itu juga pelatihan dan pendampingan pembukuan sederhana berbasis aplikasi, membuat struktur organisasi dan job description, pelatihan dan pendampingan pengoperasian alat perajang dan mesin peniris air, dan diversifikasi produk.
Program ini sukses menghasilkan produk baru, yakni kripik ikan bulu ayam. Hal ini sekaligus menangkis mitos dikalangan pengelola UMKM bahwa inovasi identik dengan biaya. Terbukti, dari bahan baku yang sama bisa diciptakan beragam produk. Baca juga: Unitomo Terapkan Teknologi Hijau dan Digitalisasi di Desa Ngampungan Jombang
Ketua UMKM Cibuyam Suroboyo, Luluk Ainiah mengapresiasi program ini karena mendatangkan banyak manfaat. Selain pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan usaha meningkat, juga keberhasilan menciptakan produk baru, kripik ikan bulu ayam.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM diharapkan dapat menjadi role mode UMKM berdaya dan berkelanjutan berbasis kekayaan hasil laut dengan sentuhan tekonologi, serta makin meningkatkan potensi sektor perikanan dan kelautan pesisir Surabaya.
(poe)
Lihat Juga :